Jangan Sampai Hati Kita Jadi Kering
Hi, namaku Gloria.Mungkin kamu nggak kenal aku, tapi aku salah satu staff di Keajaiban Setiap Hari. Hari ini sampai 2 hari kedepan, aku mau share sesuatu yang sederhana, tapi cukup “nendang” buat aku.
Tadi pagi, waktu aku lagi naik motor ke kantor, Spotify-ku muterin lagu Gratitude. Awalnya biasa aja, aku ikut nyanyi pelan. Tapi pas masuk bagian reff— “So I throw up my hands and praise You again and again. 'Cause all that I have is a hallelujah…” — tiba-tiba aku nangis.
Di jalan. Di atas motor. Tanpa alasan yang jelas.
Aku sempat bingung, “Ini kenapa ya?” Tapi di tengah momen itu, Tuhan kayak pelan-pelan ingetin sesuatu:
Selama setahun ini… aku lupa bersyukur.
Aku tetap kerja di pelayanan. Aku tetap “dekat” secara aktivitas.Tapi hatiku? Mulai kering. Aku sadar… aku mulai take God for granted.Ironis banget, ya? Kerja di pelayanan, bantu orang lain dekat sama Tuhan, tapi diri sendiri malah kehilangan rasa kagum, kehilangan rasa syukur.
Aku jadi kayak “batang yang kering” — masih berdiri, tapi nggak ada kehidupan di dalamnya.
Kadang kita yang aktif pelayanan — entah di gereja, komunitas, atau ministry — bisa jatuh di titik ini:
-
Sibuk melayani, tapi lupa dilayani Tuhan
-
Sibuk memberi, tapi lupa menerima
-
Sibuk terlihat “rohani”, tapi hati sebenarnya kosong
Padahal Tuhan nggak pernah minta kita jadi sempurna. Tuhan cuma mau hati yang hidup.
Ada satu ayat yang sederhana tapi dalam banget:
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” 1 Tesalonika 5:18
Perhatikan: dalam segala hal, bukan untuk segala hal.
Artinya, bahkan saat kita lagi capek, kosong, atau nggak ngerti hidup lagi kenapa — kita tetap bisa mulai dari satu hal kecil:
“Terima kasih, Tuhan.”
Nggak harus puitis, nggak harus panjang, nggak harus “rohani banget.”
Cukup jujur.
Hari ini, aku mau ajak kamu (dan juga diriku sendiri) untuk berhenti sebentar.
Tarik napas dan tanya ke diri sendiri:
“Kapan terakhir kali aku benar-benar bersyukur, bukan cuma sekadar lewat kata-kata?”“Kapan terakhir kali aku duduk diam dan sadar bahwa Tuhan itu baik?”
Kalau kamu ngerasa kering… kamu nggak sendirian.
Tapi kabar baiknya:
Hati yang kering bisa disegarkan lagi.
Dan seringkali, itu dimulai dari hal yang paling sederhana:
Mengucap syukur.