• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
    • VI Vietnamese
Tanggal publikasi 8 Okt 2026

Jangan sampai perhatianmu teralihkan sekarang

Tanggal publikasi 8 Okt 2026

Apa kamu nyaman menghabiskan waktu sendirian? Aku sendiri sebenarnya sangat menikmatinya. Tapi kita juga tahu: “Sendirian juga bisa berbahaya.”

Karena gak ada orang yang melihat apa yang kamu lakukan. Atau lebih tepatnya, kamu merasa gak ada yang melihat. Padahal Tuhan kita yang baik selalu memperhatikan kita dan melihat kita setiap saat.

“TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.” — Mazmur 139:1–4 (TB)

Mungkin kamu juga sering bekerja sendirian, misalnya work from home. Kamu tahu persis ada tugas-tugas yang harus diselesaikan. Kalau pekerjaanmu gak selesai, bosmu mungkin akan bertanya-tanya sebenarnya apa yang kamu lakukan seharian.

Apa pun yang kamu pilih untuk lakukan hari ini saat sedang sendirian—sesuatu yang berarti atau justru sebaliknya—akan selalu berdampak pada hari esok.

Aku baru menyadari hal ini ketika sedang makan sendirian di sebuah restoran. Karena aku membawa headphone, sempat terpikir, “Nonton film sambil makan kali ya?” Tapi akhirnya aku memilih untuk gak melakukannya.

Kita memang gak terbiasa menghabiskan waktu hanya bersama pikiran kita sendiri, kan? Apalagi benar-benar diam supaya kita bisa mendengar Tuhan. Tapi itulah yang terjadi saat itu. Karena perhatianku gak sedang dialihkan oleh hal lain—termasuk percakapan dari meja-meja di sekitarku—aku bisa lebih peka terhadap apa yang sedang kurasakan di dalam hati. Dan melalui momen itu, Tuhan menaruh sebuah pesan baru di hatiku yang aku yakin bisa membantu orang lain.

Saat itu aku menyadari sesuatu yang sederhana. Sendirian bukan berarti kamu gak berguna. Waktu sendirian justru bisa membuka ruang untuk ide-ide baru. Membebaskanmu dari kebisingan hal-hal yang sebenarnya gak perlu.

Saat itu aku memilih sesuatu yang lebih berarti dan akhirnya bisa menerima apa yang Tuhan ingin berikan kepadaku hari itu, supaya keesokan harinya aku bisa membagikannya untuk membantu orang lain.

Jangan biarkan perhatianmu teralihkan, karena Tuhan ingin memberikan sesuatu kepadamu HARI INI yang bisa menolongmu dan orang lain BESOK!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.