• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
    • VI Vietnamese
Tanggal publikasi 15 Okt 2026

Kalau Begini, Lalu…

Tanggal publikasi 15 Okt 2026

Banyak orang pasti pernah berpikir, “Kalau aku punya ini, nanti…”

Dan, sebenarnya aku juga bisa aja ikut-ikutan berpikir seperti itu: “Kalau aku menikah dan punya anak, nanti…”

Tapi bukan begitu caraku melihat hidup. Karena bersama Tuhan, bukan “Kalau KAMU melakukan ini, lalu…”, melainkan “Karena AKU… jadi…” Dan aku suka banget cara Tuhan bekerja seperti itu!

Ada satu hal yang penting buat kamu ingat, terutama ketika kamu lagi mendambakan sesuatu yang belum kamu punya:

Jangan sampai kamu merasa sedang kehilangan sesuatu dalam hidupmu. Karena satu-satunya hal yang benar-benar bisa kamu lewatkan adalah hidupmu yang sedang terjadi sekarang ini, dan kesempatan untuk menjalaninya dengan penuh syukur.

Weekend kemarin aku menghabiskan waktu dengan teman-teman kantor lamaku.

Teman laki-lakiku di kantor lamaku itu, misalnya, punya banyak pekerjaan dan dua anak yang masih kecil. Buat dia, salah satu hal paling berharga adalah bisa benar-benar santai dan istirahat di weekend, dimana dia tidak harus bekerja dan pergi ke kantor.

Sementara aku sendiri punya kehidupan yang super duper sibuk dengan segala pekerjaan yang berkaitan dengan misiku. Kalau aku gak ngambil waktu untuk istirahat sebentar, mungkin gak akan ada waktu istirahat sama sekali. Jadi, aku benar-benar menghargai waktu bersama keponakan-keponakanku ini dan menikmati banget kasih sayang mereka. 

Tapi aku gak pernah berpikir, “Kalau aku bisa selalu punya kehidupan seperti ini, pasti hidupku akan lebih baik.” Sama seperti temanku ini, dia juga gak berpikir, “Aduh, kalau aku gak punya anak, mungkin aku bisa lebih banyak istirahat.”

Gak ya, gak ya! Kami menerima apa yang sudah Tuhan berikan ke kami, lalu memilih untuk menjalani setiap momen dengan sadar dan penuh rasa syukur.

Dan menurutku, di situlah kuncinya: Terima hidupmu apa adanya. Hadir sepenuhnya di setiap momen. Lalu terus melangkah dengan percaya… karena Tuhan masih ingin memberikan lebih banyak lagi kepadamu.

Tuhan memang ingin memberikan apa yang menjadi kerinduan hati kita. Tapi mungkin, sebelum itu, Dia ingin melihat apakah kita bisa menjalani hidup yang sekarang ini dengan sadar dan penuh rasa syukur.

Jangan lupa: Yang membuat perbedaan bukanlah keinginan untuk memiliki sesuatu yang lebih atau sesuatu yang berbeda. Tapi kemampuan untuk menerima apa yang sudah kamu punya dengan penuh rasa syukur. Dan itu merupakan dua hal yang berbeda.

Seperti yang tertulis dalam Filipi 3:3:

“Kita menyembah Allah dengan bimbingan Roh Allah sendiri, dan kita bersyukur karena kita hidup bersatu dengan Kristus Yesus. Kita tidak bergantung kepada upacara-upacara yang bersifat lahir.” 

Amin. 

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.