• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 21 Jan 2026

Kamu bisa melepaskan kekhawatiranmu yang sekarang.

Tanggal publikasi 21 Jan 2026

“Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu. 31Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.” (Lukas 12 : 30 – 31 TB)

Apakah kamu bisa merasakan hal ini?

Kamu membaca ayat-ayat seperti ini dan di saat itu berpikir, “Iya, iya, iya. Aku harus lebih percaya sama Tuhan. Aku nggak seharusnya terus mengkhawatirkan masalahku, tapi fokus pada apa yang penting bagi Tuhan!”

Jadi biarkan kata-kata berikut ini—doa ini—menjadi sebuah keputusan, keputusanmu, untuk menyerahkan kekhawatiran dan masalah hari ini kepada-Nya, dan kembali memusatkan hati pada apa yang penting bagi DIA melalui hidupmu.

Doa:

“Berapa kali lagi aku harus mengatakannya, Bapa…

Saat aku terus memikirkan apa yang masih kurang, bagaimana caranya mencukupi kebutuhan hidup, apakah aku akan tetap sehat, dan lain sebagainya, Engkau mengingatkanku bahwa ini bukan cara berpikir yang berasal dari-Mu.

Memang wajar kalau orang-orang yang tidak mengenal-Mu berpikir seperti ini.

Tapi aku mengenal-Mu, dan itu berarti aku bisa percaya bahwa Engkau akan mencukupiku, bahkan ketika secara manusia rasanya tidak ada jalan.

Karena Engkaulah Allah—dan itu inti dari semuanya!

Dan sementara aku masih sibuk mencari solusi, Engkau sebenarnya sudah punya jawabannya!

Jadi aku tidak akan lagi membiarkan pikiran-pikiran ini mengalihkan perhatianku; sebaliknya, aku mau fokus pada bagaimana aku bisa menunjukkan kasih dan kepedulian-Mu kepada orang lain.

Karena itulah yang penting bagi-Mu—karena orang-orang itu penting bagi-Mu. Dan itu selalu membuatku kagum setiap kali aku memikirkannya!

Terima kasih untuk Engkau, Bapa! Terima kasih karena Engkau ada dalam hidupku! Amin.”

Sekarang, mulailah hari ini dengan MERDEKA—bebas dari kekhawatiranmu!

Karena Bapamu yang penuh kasih—DIA yang menanggung semuanya untukmu!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.