• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 25 Jun 2026

Kamu terekam kamera!

Tanggal publikasi 25 Jun 2026

Bagaimana perasaanmu jika tiba-tiba kamu mengetahui bahwa selama beberapa hari terakhir, dari pagi hingga malam, seluruh hidupmu direkam, dan rekaman itu akan diunggah ke YouTube, untuk dilihat oleh seluruh dunia?

Mungkin kamu akan berpikir, "Wah, aku sebenarnya melakukan hal baik tanpa ingin diketahui siapa pun. Aku membantu tetanggaku yang sedang sakit, dan sekarang semua orang akan mengetahuinya..."

Tapi kalau kita jujur, kebanyakan dari kita mungkin akan merasa takut. Bukan karena hal-hal baik yang terlihat, melainkan karena ada hal-hal yang biasanya tidak diketahui orang lain yang bisa saja terungkap. Hal-hal yang terjadi di balik pintu tertutup tiba-tiba menjadi terlihat oleh semua orang.

Sangat mudah untuk tersenyum lebar di depan tetangga dan memainkan peran sebagai "orang Kristen yang baik". Namun begitu pintu tertutup... kita tidak selalu melakukan hal yang benar.

Alkitab berbicara dengan sangat jelas tentang hal ini:

"Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing." (1 Korintus 13:1, TB)

Dalam terjemahan lain, ayat ini berbicara tentang genderang yang berdentum keras, bukan canang yang gemerincing. Dan suara yang berdentum keras tidak selalu menyenangkan. Misalnya, ketika helikopter lewat dengan suara mesinnya yang menderu, apa yang biasanya kita lakukan? Kita langsung menutup telinga.

Ayat ini menjelaskan bahwa kita bisa saja berusaha mengesankan orang lain sebanyak mungkin. Namun semua itu tidak berarti apa-apa jika tindakan kita tidak lahir dari kasih.

Syukurlah, rekaman kehidupanmu selama beberapa hari terakhir itu tidak benar-benar ada. Namun Tuhan telah melihat semuanya, termasuk apa yang terjadi di balik pintu yang tertutup.

Karena itu penting bagi kita untuk terus bertanya kepada diri sendiri dalam setiap hal yang kita lakukan:

"Apakah aku melakukan ini dengan kasih yang Tuhan inginkan ada dalam hidupku, baik ketika dilihat orang lain maupun ketika tidak ada seorang pun yang melihat?"

Biarlah SEGALA sesuatu yang kamu lakukan dimulai dengan kasih, dan kamu akan menuai banyak momen yang indah.

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.