• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
    • VI Vietnamese
Tanggal publikasi 21 Agt 2026

Kamu Tetap Diterima!

Tanggal publikasi 21 Agt 2026

Pernah nggak kamu mengucapkan sesuatu yang sebenarnya nggak ingin kamu katakan? Lalu kata-kata itu malah menyakiti orang lain? Atau kamu membiarkan pikiran-pikiran yang bukan berasal dari Tuhan terus berputar di kepalamu, sampai akhirnya berubah menjadi tindakan yang membawa luka?

Pertama-tama, aku ingin menenangkanmu. Hal seperti ini dialami oleh semua orang! Aku pun mengalaminya berulang kali, setiap kali aku mulai menjauh sedikit saja dari Tuhan, membiarkan emosiku menguasai, dan berhenti berlari kepada-Nya. Saat itu biasanya aku berpikir, "Ya sudah, kali ini benar-benar gagal lagi..."

Tetapi Tuhan ingin kamu selalu datang kepada-Nya! Selalu, selalu, dan selalu! Sebagai anak-Nya, kamu akan selalu diterima di hadapan-Nya. Rasa sakit atau rasa malu yang kamu rasakan sekarang sebenarnya punya satu tujuan: membawa kamu kembali kepada-Nya, supaya kamu nggak terus hidup dalam rasa sakit itu.

"Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian." 2 Korintus 7:10 (TB)

Jadi, ke mana kamu akan membawa rasa sakitmu? Kepada Pribadi yang memberi pengampunan, atau tetap mencoba menanggungnya sendirian? Jangan belajar hidup dengan rasa sakitmu, karena Tuhan ingin mengangkatnya darimu.

"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." 1 Yohanes 1:9 (TB)

Sekarang adalah saat yang tepat untuk datang kepada-Nya dan berhenti lari. Bolehkah aku berdoa bersamamu? Jadikan doa ini sebagai doamu hari ini:

"Yesus, aku minta maaf karena melalui perkataan dan tindakanku, aku sudah menyakiti hati-Mu. Aku kecewa pada diriku sendiri. Tapi sekarang aku datang kepada-Mu dan memohon ampun. Tunjukkan kasih-Mu kepadaku, dan berikanlah sukacita yang baru. Terima kasih karena aku selalu diterima oleh-Mu. Aku mengasihi-Mu. Amin."

Kamu dikasihi!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.