• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 14 Jan 2026

Kamu tidak tak berdaya

Tanggal publikasi 14 Jan 2026

Apakah kamu lagi merasa terpojok sekarang? Merasa seperti berdiri sendirian menghadapi masalahmu?

Waktu aku membaca 1 Raja-raja 18, aku memperhatikan betapa santainya Elia ketika dia dituduh sebagai penyebab bencana atas seluruh Israel (1 Raja-raja 18:17 TB).

Ada satu hal yang benar-benar menarik perhatianku dan ingin aku bagikan ke kamu. Dia benar-benar sedang ditekan dan pasti merasa sendirian—lagipula, dia sendiri berkata:

“Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi Tuhan, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya.” (1 Raja-raja 18:22 TB)

Tapi anehnya, dia tetap tenang banget! 🤗 Dia malah mengusulkan supaya 450 nabi Baal menyiapkan korban persembahan, dan dia—satu-satunya nabi Allah—akan melakukan hal yang sama:

“Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan aku pun akan memanggil nama Tuhan. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!-” (1 Raja-raja 18:24 TB)

Dia bahkan membiarkan nabi-nabi Baal maju duluan dengan persembahan mereka, lalu mengejek mereka! Mereka berdoa dari pagi sampai tengah hari, tapi tidak terjadi apa-apa!

Aku sampai ketawa waktu membaca ini:

“Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: ”Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga.” (1 Raja-raja 18:27 TB)

Haha, Elia benar-benar santai! Dia sama sekali tidak merasa terpojok. Dan kamu tahu kenapa? Karena dia begitu percaya kepada Tuhan sampai dia yakin 100% bahwa Tuhan akan menjawab doanya dengan cara yang mendatangkan kebaikan baginya.

Tuhan juga akan melakukan hal yang sama untukmu ketika kamu belajar mempercayai kuasa doamu dan percaya bahwa Tuhan selalu menginginkan yang terbaik untukmu saat kamu bersandar pada-Nya.

Kamu tidak sendirian dan kamu juga tidak lemah—karena bukan masalahmu yang besar, tapi Tuhanmu!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.