• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 28 Mei 2026

Kasih Tuhan, obat dari semua kekhawatiran

Tanggal publikasi 28 Mei 2026

Kita hidup di dunia yang tidak pernah lepas dari rasa khawatir. Rasa ini muncul karena banyak realita yang tidak sesuai dengan kemampuan atau harapan kita, misalnya: harga BBM naik karena perang di selat Hormuz membuat biaya hidup sehari-hari terganggu, dampak jangka panjangnya semua harga kebutuhan pokok akan naik semakin mahal dan akibatnya hidup semakin susah.

Mungkin dari realita kita bertanya ke Tuhan “gimana ya nasih hidupku di masa depan?”. Ada sebuah Firman yang Yesus bagikan semasa Ia melayani. Mungkin perkataan ini juga banyak dikhotbahkan di berbagai gereja, dan hari ini kita akan mengingatnya bersama. 

“Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?”‭‭Matius‬ ‭6‬:‭27‬-‭30‬ ‭TB‬‬

Poin pertama yang Tuhan sampaikan adalah: ketika kita khawatir, kekhawatiran kita tidak akan menambahkan apapun di dalam kehidupan kita. Apakah khawatir bisa mendatangkan uang dari langit? Apakah khawatir bisa membuat harga kebutuhan turun? Apakah khawatir bisa membuat kita mati di esok pagi? tentu saja tidak. Mengapa demikian? 

Poin kedua: Tuhan mau kita melihat bagaimana Ia memelihara ciptaan-Nya yang paling rapuh. Bunga bakung tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal tetapi Tuhan mendandaninya lebih indah dari pakaian salomo. Jika Salomo adalah raja terkaya pada zamannya, berarti bunga bakung memiliki “pakaian” yang jauh lebih mahal dari pada salomo. Dan jika Allah mendandani rumput di ladang yang besoknya dihanguskan, bukankah kita lebih dari itu?

Mengapa kita bisa khawatir? Poin ketiga: Kita khawatir karena kita salah menempatkan iman! Yesus berkata “hai orang yang kurang percaya” karena manusia cenderung beriman kepada apa yang dia lihat. Percaya jika melihat, tidak percaya jika tidak ada bukti… Padahal iman kristen sejati adalah kita hidup karena percaya bukan karena melihat (2 Korintus 5:7) 

Lalu bagaimana kita bisa menekan perasaan khawatir ketika hidup memang tidak ada kepastian? Firman yang sama dicatat oleh Lukas dimana Yesus melanjutkan perkataan-Nya:

“Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu. Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.” Lukas‬ ‭12‬:‭31‬-‭32‬ ‭TB‬‬

Solusinya ada pada Kerajaan Allah… Itu bukan tentang tempat, bukan tentang berkat jasmani, tapi Pribadi Allah.

“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” ‭‭Roma‬ ‭14‬:‭17‬ ‭TB‬‬

Roh Kudus tinggal bersama dengan kita hari ini karena Kristus telah mengorbankan diri-Nya lebih dulu. Ia yang kaya, rela menjadi miskin supaya kita menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya (2 korintus 8:9) Karena Yesus begitu mengasihi kita, Ia memberikan segala-galanya untuk kita. Ia menebus kekhawatiran kita dengan pendampingan Roh Kudus.

“Allah tidak menjanjikan hidup tanpa beban, tetapi Ia menjanjikan diri-Nya cukup bagi setiap musim kehidupan.” ~ Charles Spurgeon

Tuhan mau kita menempatkan iman kepada Pribadi-Nya. Karena di dalam Dia, ada pertolongan, kekuatan, dan pemeliharaan yang cukup. Percayakan hidup kita ke dalam Tangan Tuhan yang berdaulat.

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.