• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 5 Agt 2026

Kasih Tuhan yang Sempurna

Tanggal publikasi 5 Agt 2026

Aku merasa sangat bersyukur bisa menghabiskan beberapa menit kedepan bersamamu untuk menyelami keajaiban Doa Bapa Kami.

Pagi-pagi sekali hari ini, ponselku berdering. Ternyata yang menelepon adalah adikku! Begitu melihat namanya muncul di layar, hatiku langsung dipenuhi kasih dan sukacita. Aku bahkan belum tahu apa yang ingin dibicarakan, tetapi aku sudah senang hanya karena mendengar suaranya. Sapaan sederhana, "Hai, Kak!" saja sudah membuat hatiku tersentuh. Dengan cara yang serupa, Doa Bapa Kami dimulai dengan kata-kata, "Bapa kami."

Saat berdoa, kita memulai dengan menyapa Tuhan karena doa adalah sebuah percakapan. Sama seperti saat kamu memulai email atau menelepon seseorang dengan, "Hai, teman," atau "Halo, Deb," Yesus memulai doa-Nya dengan menyapa Bapa-Nya. Sapaan itu menunjukkan kedekatan dan keintiman hubungan mereka. Dia memulai dengan panggilan yang penuh kasih—Bapa, Ayah, Papa, Abba.

Apa pun hubunganmu dengan ayahmu di dunia ini, kamu memiliki Bapa di surga yang mengasihimu dengan cara yang sangat istimewa dan berharga. Kasih-Nya kepadamu adalah sebuah mukjizat! Luangkan sejenak dan biarkan kebenaran ini meresap ke dalam hatimu—Tuhan, Bapamu, mengasihimu!

Tadi kita langsung membahas kata kedua dalam doa itu, tetapi kata yang pertama sama pentingnya, yaitu "kami." Kita memiliki seorang Bapa yang rindu berbicara dengan kita. Ada sesuatu yang begitu indah ketika kita bisa datang kepada Tuhan bersama-sama, dan Dia sanggup mendengarkan suara setiap kita secara pribadi. Saat aku datang kepada Tuhan, Bapa kami, Dia tidak pernah menjawab dengan, "Maumu apa?" Sebaliknya, ketika aku berdoa, "Bapa kami," aku diingatkan bahwa Tuhan mendengarkanku dan bahwa aku begitu berharga bagi-Nya. Aku juga diingatkan bahwa Tuhan, Bapa kita, memiliki kemampuan yang tidak terbatas untuk mendengarkan semua saudara-saudari kita, sama seperti Dia mendengarkan aku.

Saat ini juga Tuhan sedang mendengarkanmu dengan penuh perhatian. Kamu mendapatkan perhatian-Nya sepenuhnya. Karena itu, mari bersama-sama mengucapkan bagian pembuka doa yang indah ini.

"Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin." — Matius 6:9–13 (TB)

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.