Kebangkitan dan Hidup
Halo, selamat datang di momen penuh mukjizat bersama Yesus! Setiap momen yang kita habiskan bersama Sang “AKULAH” adalah anugerah yang luar biasa!
Pernah sadar gak kalau sakit justru membuat kita lebih menghargai saat tubuh kita sehat? Ketika sehat, kita biasanya gak terlalu memikirkannya. Tapi ketika perut mulai terasa gak karuan, kepala berdenyut, dan rasanya seperti mau mati, tiba-tiba kita sadar dan diingatkan untuk gak menganggap kesehatan sebagai sesuatu yang biasa. Hari ini, kita akan melihat sebuah kisah tentang sakit yang menjadi latar belakang dari salah satu pernyataan “AKULAH” yang sangat kuat dari Yesus.
Alkitab menceritakan bahwa salah satu sahabat dekat Yesus jatuh sakit dan kemudian meninggal. Yesus memiliki hubungan yang dekat dengan Lazarus dan kedua saudarinya, Maria dan Marta. Ketika Lazarus sakit, kedua saudarinya mengirim kabar kepada Yesus, tapi Dia gak langsung datang kepada mereka, dan dalam waktu penantian itu, Lazarus meninggal. Ketika Yesus akhirnya tiba, kedua saudari itu mengatakan sesuatu yang mungkin pernah kita semua katakan, “Yesus, kalau saja Engkau ada di sini, saudaraku pasti gak akan meninggal.” Pernahkah kamu mengatakan sesuatu yang mirip? “Yesus, kalau saja Engkau ada di sana, hubunganku mungkin gak akan hancur. Yesus, kalau saja Engkau ada di sana, bisnisku mungkin gak akan gagal. Yesus, kalau saja Engkau ada di sana, orang yang aku sayangi mungkin gak akan meninggal.” Tapi sebenarnya, Yesus ada di sana—di tengah rasa sakit, kehilangan, dan luka itu. Inilah yang aku pelajari dalam hidupku: Yesus selalu ada! Hanya saja, sering kali aku gak menyadari kehadiran-Nya.
Ketika Yesus akhirnya datang, Dia berkata kepada Marta: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” — Yohanes 11:25–26
Ketika kamu datang dan duduk di kaki Yesus, gak apa-apa untuk bertanya, “Di mana Engkau waktu itu? Kenapa Engkau gak datang lebih cepat? Kenapa Engkau gak menyembuhkan? Kenapa Engkau gak melakukan sesuatu?” Kamu boleh mengatakan semua itu di hadapan Yesus. Kita mungkin gak selalu melihat semua hal yang kita inginkan dipulihkan seperti yang kita harapkan, tapi ketika kita datang kepada Yesus, kita datang kepada Dia yang adalah Kebangkitan dan Hidup.
Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup.” Seolah-olah Yesus berkata, “Aku bisa memulihkan seorang pecandu kalau ia mau menyerahkan hidupnya kepada-Ku. Aku bisa menghidupkan kembali mimpi dari tengah kehancuran kalau kamu mau membawa mimpi itu kepada-Ku. Aku bisa menumbuhkan kembali pengharapan dari tengah kekecewaan kalau kamu mau membawa semua pertanyaanmu kepada-Ku!” Temanku, menyerahlah kepada-Nya, beranilah bermimpi lagi, tanyakan kepada-Nya semua hal tentang kehidupan, kematian, dan kekecewaan... Dia ada di sana bersamamu! Kamu bisa membawa bagian-bagian dalam hidupmu yang terasa sudah “mati” kepada Yesus—di kamar rumah sakit, di kantor, saat sedang berkendara, bahkan tepat di momen ini—dan bertemu dengan Tuhan yang berkata kepada bagian hidupmu yang terasa mati atau hampir menyerah, “Akulah Kebangkitan dan Hidup!”
Ini bukan berarti Yesus hanya meminta kita untuk bertahan menjalani hidup sebisa mungkin, menghadapi semua kekecewaan, sakit tanpa mengeluh, lalu berharap suatu hari nanti semuanya akan lebih baik di surga. Bukan! Ini adalah janji Yesus bahwa hidup INI bisa kita jalani dengan kuasa kebangkitan-Nya, dan ketika kuasa kebangkitan itu bekerja—sesuatu yang mati bisa hidup kembali! Mimpi yang sudah mati bisa kembali hidup. Pengharapan yang sudah hilang bisa mulai berharap lagi. Iman yang sudah hampir padam bisa mulai percaya lagi! Yesus sedang berkata, “Ini adalah awal yang baru—ini bukan akhir, Aku baru saja mulai.” Karena itu Dia berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup!”
Aku suka bagaimana kisah Lazarus berakhir. Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian, karena Yesus adalah Kebangkitan dan Hidup! Sebuah pemakaman berubah menjadi perayaan mukjizat!
Bagian mana dalam hidupmu yang terasa sudah “mati” dan perlu kamu bawa kepada Yesus hari ini? Apa pun itu, Yesus sanggup menghidupkannya kembali! Mari kita berdoa:
Yesus, Engkau sanggup menghidupkan kembali apa yang sudah mati! Mimpi yang sudah mati, pengharapan yang sudah hilang, hubungan yang hancur, masa lalu yang penuh luka... Engkau sanggup memberikan kehidupan yang baru, dan kami meminta-Mu untuk melakukannya. Kami membutuhkan hidup yang baru! Tuhan, ajari kami untuk menyerahkan semuanya kepada-Mu, supaya momen yang kami pikir adalah sebuah akhir, justru bisa berubah menjadi perayaan sebuah mukjizat! Amin.