• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 6 Agt 2026

Kedekatan Tuhan

Tanggal publikasi 6 Agt 2026

Hari ini adalah hari yang baru, dan mukjizat sedang terjadi di sekeliling kita. Saat kita kembali merenungkan Doa Bapa Kami, aku ingin kamu tahu bahwa saat ini aku sedang berdoa dan percaya akan ada mukjizat terjadi dalam hidupmu!

Doa yang diajarkan Yesus dimulai dengan kata-kata:

"Bapa kami yang di sorga."

Frasa ini secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai, "(Our Father in the heavens) Bapa kami yang di sorga-sorga." Kata "sorga" di sini menggunakan bentuk jamak. Pada zaman dahulu, orang-orang membagi "langit" atau "sorga" menjadi tiga bagian: wilayah bumi, lapisan udara, dan segala sesuatu yang ada di luar itu. Bagi pendengar pertama Yesus, "sorga-sorga" mencakup angkasa luas dan udara yang mengelilingi kita setiap hari.

Aku sangat menyukai gambaran ini! Bagiku, Yesus sedang berkata bahwa Tuhan tidak jauh. Dia bukan Pribadi yang jauh di sana atau terpisah dari kita. Dia hadir di langit yang kita kagumi setiap malam, dan juga di udara yang mengelilingi kita setiap saat. Dia selalu dekat!

Aku sering teringat akan hal ini ketika berdoa, "Tuhan, aku mengundang hadirat-Mu," atau, "Aku menyambut hadirat-Mu." Seolah-olah sambutanku menentukan apakah Tuhan akan datang atau tidak. Padahal bukan begitu. Tuhan sudah ada di sini, di sana, dan di mana pun. Dia lebih dekat daripada setiap tarikan napas kita. Doaku seharusnya bukan supaya Dia datang, melainkan supaya aku semakin menyadari hadirat-Nya yang memang sudah Dia janjikan dan selalu menyertai kita.

Saat kamu merenungkan kebenaran yang indah dan ajaib bahwa Tuhan selalu dekat, aku ingin mengingatkanmu pada sebuah bagian yang indah dari Mazmur 139. Bacalah perlahan-lahan. Biarkan janji Tuhan ini berbicara kepada hatimu, sementara Dia membisikkan kebenaran-Nya kepadamu.

"TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku." — Mazmur 139:1–10 (TB)

Hari ini kamu berada dalam genggaman Tuhan. Dia mengenalmu, dan Dia memegangmu erat saat kamu berdoa:

"Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin." — Matius 6:9–13 (TB)

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.