• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 19 Mei 2026

Kenapa sih kita harus membaca Alkitab?

Tanggal publikasi 19 Mei 2026

Kadang memang susah untuk membuka Alkitab, apalagi di saat semuanya terasa sedang berantakan. Dan mungkin kamu juga merasakan hal yang sama.

Aku baru saja duduk bersama beberapa teman yang cerita bagaimana satu masalah demi masalah datang bertubi-tubi dalam beberapa hari terakhir. Dan sambil mendengarkan mereka, di dalam hati aku berteriak kepada Tuhan:

“Aku harus bilang apa soal ini? Ini benar-benar berat! Ya, hal terburuk sudah terjadi, aku nggak bisa cuma bilang semuanya akan baik-baik saja…”

Tapi akhirnya aku tetap membuka Alkitab, walaupun biasanya di saat seperti itu kita justru nggak ingin melakukannya. Dan mataku tertuju pada kisah di 1 Samuel 30, saat Daud juga sedang berada dalam situasi yang sangat sulit. 😓

“Ketika Daud dengan orang-orangnya sampai ke Ziklag, tampaklah kota itu telah terbakar habis dan istri serta anak-anak lelaki dan perempuan mereka telah ditawan. Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan suara nyaring sampai mereka tidak kuat lagi menangis. Juga kedua istri Daud tertawan...” (1 Samuel 30:3-5 TB)

Kalau kamu lanjut membaca, kamu akan melihat bahwa orang-orang Daud benar-benar marah kepadanya. 😤 Dan Daud sebenarnya bisa saja berkata pada dirinya sendiri:

“Aku harus bilang apa soal ini? Ini benar-benar berat! Ya, hal terburuk sudah terjadi, aku nggak bisa cuma bilang semuanya akan baik-baik saja…”

Tapi Daud tidak melakukan itu. Dia tidak menjauh dari Tuhan karena kecewa. Justru sebaliknya, tertulis:“Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.” (1 Samuel 30:6 TB)

Menutup Alkitab berarti menutup pengharapan. Membuka Alkitab berarti menemukan pengharapan! 📖

Sekarang aku punya jawaban untuk teman-temanku. Bukan jawaban “semuanya pasti baik-baik saja,” tetapi terinspirasi dari apa yang kubaca, aku bisa berkata:“Ini memang nggak mudah, aku ngerti. Tapi berlindunglah kepada Tuhan, percayalah kepada-Nya, Dia akan memberikan keberanian dan kekuatan untuk melewati masa ini!” (lihat 1 Samuel 30:6).

Dan itu bukan sekadar kata-kata kosong—itu adalah Firman Tuhan!

Kamu adalah sebuah mujizat!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.