K-E-N-A-P-A, Tuhan?
Pernah nggak sih Tuhan meminta sesuatu dari kamu yang rasanya nggak masuk akal?
Mungkin Dia memintamu untuk memaafkan seseorang yang benar-benar nggak layak buat dimaafin? Atau mungkin melepaskan bagian warisanmu demi menjaga kedamaian di keluarga? Atau bahkan tetap harus menjalani hidup dengan sakit penyakit, padahal kamu udah sangat berharap untuk sembuh?
Dan kamu ada di titik dimana nggak ada hal lain yang ingin kamu lakukan selain berteriak: “K-E-N-A-P-A, Tuhan?”
Sesaat setelah aku memutuskan untuk sekolah Alkitab di Australia daripada tinggal di rumah dengan keamanan finansial, aku juga sempat menanyakan "K-E-N-A-P-A" yang sama!
Kenapa sahabatku, yang meminjam HPku waktu itu, malah meninggalkan tagihan lebih dari 3.000 juta buat aku? Kenapa Tuhan mengizinkan itu terjadi? Padahal aku butuh setiap sen yang ku punya…
Saat teman-teman sekolah yang lain pergi makan di luar, aku di rumah saja. Saat mereka belanja, aku cuma bisa nonton. Saat mereka mengetik semua catatan kelas yang berharga di laptop mereka, aku mencatat semuanya di buku tulis. K-E-N-A-P-A?
Kalau melihat ke belakang sekarang, aku nggak bisa buat nggak senyum. Karena aku bisa ceritain berulang kali betapa LUAR BIASA-nya cara Tuhan mencukupkan kebutuhanku saat itu! Justru karena semua kejadian itu, aku bisa ngerasain betapa dekatnya Tuhan itu!
Aku merasakan gimana Dia bisa memberikan sukacita di hati... Sukacita yang nggak bisa diberikan oleh makanan enak atau baju baru seperti apa pun. Sukacita yang bertahan lama. Sama seperti aku—secara ajaib—bisa tetap tinggal di Australia dan menyelesaikan sekolahku.
Waktu Tuhan bilang ke Elia, “Pergilah dari sini!” (1 Raja-raja 17:2–3, TB), nggak ada satu pun keluhan: “Tapi K-E-N-A-P-A?” yang keluar.
Disitu malah tertulis: “Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN.” (1 Raja-raja 17:5, TB), dan nggak lama setelah itu: “Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu” (1 Raja-raja 17:6, TB)
Mari kita belajar memiliki sikap hati seperti Elia dengan mengubah "K-E-N-A-P-A" kita, menjadi ketaatan yang penuh percaya bahwa Tuhan akan bekerja!
Manusia seperti kita sering banget khawatir tentang banyak hal. Tapi Tuhan akan mencukupi!
Tuhan akan mencukupkan KAMU juga—dengan semua yang KAMU butuhkan!