Kenapa Tuhan biarin aku sakit?
Kita semua pernah ngalamin, tapi dari perspektif Tuhan gimana?
Kapan terakhir kamu merasa ada di titik terendah? Entah kalah dalam sesuatu, kehilangan orang yang kita sayang, atau hidup rasanya runtuh… lalu kita nanya:
“Tuhan, kenapa Engkau ninggalin aku?”
Atau bahkan… kita marah sama Tuhan karena Dia mengizinkan rasa sakit terjadi. Real talk — hampir semua orang pernah ada di fase itu. Tapi sebelum kita tanya kenapa Tuhan izinkan penderitaan, kita perlu ngerti dulu gimana rasa sakit masuk ke dunia ini.
Di kitab Kejadian, semuanya berubah waktu Adam dan Hawa makan buah terlarang karena godaan ular (Iblis). Dari ketidaktaatan itu, dosa masuk ke dunia — dan sejak saat itu, penderitaan ikut masuk: penyakit, kelaparan, kematian, konflik, dan brokenness.
Tapi di tengah semua itu, Tuhan tetap menunjukkan kasih-Nya. Kita diciptakan segambar dengan Tuhan, punya jiwa, pikiran, hati, dan yang paling penting: kehendak bebas (Free Will).
Tuhan nggak bikin manusia jadi robot yang diprogram buat taat. Kita diberi pilihan — mau ikut Tuhan atau jalan sendiri. Dan karena manusia sering jatuh, dunia ini jadi jauh dari sempurna.
Namun Tuhan sudah tahu semuanya sejak awal. Bahkan setelah manusia jatuh, Dia langsung kasih janji keselamatan di Kejadian 3:15 — bahwa akan datang seseorang yang menghancurkan kuasa Iblis. Dan itu digenapi lewat Yesus Kristus.
Percayalah dalam kesakitanmu itu, Tuhan punya misi penyelamatanNya sendiri buat kamu. Bahkan Dia bilang di Roma 8:28, semua bisa diubah-Nya jadi baik untukmu. Tanpa peduli separah apapun pelanggaran atau kehancuranmu.
Yesus menjalani penderitaan-Nya dan pada akhirnya nama Tuhan dimuliakan. Ayub mengikhlaskan kehilangannya, pada akhirnya kemuliaan dan pembelaan Tuhan dinyatakan dalam hidupnya. Paulus, bertekun dalam kesukaran, dan dia menang pada akhirnya. Ujung-ujungnya juga sama - kita melihat KEMULIAAN dan KEAGUNGAN Tuhan. Lihat legacy Paulus hari ini, begitu luar biasa! Semua ada tujuannya.
Malah kadang aku berpikir, Tuhan hanya dapat dipermuliakan secara ‘gila-gilaan’ kalau kesukarannya juga gila-gilaan. Kalau Daud hanya mengalahkan anak kecil bertubuh kurus yg sama dengan dia, apalah hebatnya. Tapi Daud mengalahkan GOLIAT.. Manusia keturunan raksasa yang gede bgt! Disana kita lihat betapa hebatnya Tuhan kita.
Jadi kenapa Tuhan mengijinkan kesakitan terjadi dalam hidup kita? Mungkin untuk kemudian menunjukan kepada kita betapa besar dan berkuasaNya ALLAH kita! Papaku selalu bilang, “Mau lihat mujizat? Sambutlah krisis!”
Lewat kasih karunia Tuhan, kita masih diberi napas hari ini. Maka… Masih ada harapan.
Masih ada kesempatan buat berjalan bersama Dia. Jangan menyerah ✨