• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
    • VI Vietnamese
Tanggal publikasi 2 Sep 2026

Kenapa Tuhan Biarkan Aku Menunggu?

Tanggal publikasi 2 Sep 2026

“Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.” Roma 8:24-25 TB

Menunggu adalah suatu hal yang tidak disukai banyak orang. Bahkan para nabi pun tidak luput dari masa tunggu. Mereka yang hidup di Perjanjian Lama tidak melihat penggenapan janji Allah di Perjanjian Baru. Kita pikir bahwa menunggu hanya buang-buang waktu saja, tapi di mata Tuhan menunggu itu tidak pernah sia-sia.

Kita menganggap menunggu sebagai jeda, tetapi Allah melihatnya sebagai proses. Bagi kita, yang terpenting adalah tujuan. Namun bagi Allah, penantian penting untuk mengubah hati kita. Karena seringkali penantian memunculkan apa yang hati kita pendam… kemarahan, kekecewaan, putus asa atau hal lain yang berarti bahwa kita tidak begitu percaya kepada rencana Tuhan karena tidak sesuai dengan ekspektasi. Atau jangan-jangan, apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kebenaran-Nya.

"Tuhan sering menunda pemberian-Nya, bukan karena Dia tidak mau memberi, tetapi agar Dia dapat melatih kesabaran kita dan melatih kita untuk bergantung kepada-Nya." - John Calvin

Tuhan melatih iman kita dalam masa penantian untuk meletakkan kepercayaan kita bukan pada jawaban-Nya, tapi pada Pribadi-Nya yang setia dan penuh kasih. Jawaban Tuhan bisa berbeda dengan apa yang kita harapkan… namun Pribadi-Nya tetap sama dengan apa yang difirmankan.

Roma 8:25 berkata, “Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.”

Harapan Kristen bukan optimisme kosong. Harapan Kristen memiliki dasar. Dasarnya adalah karakter Allah. Kita menunggu bukan karena kita yakin keadaan akan segera berubah. Kita menunggu karena kita yakin Allah itu baik. Dan Allah yang baik tidak pernah terlambat.

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.