Kenapa ya, kita bisa merasa seperti ini?
Kadang kita bisa merasa benar-benar stuck ya kan… Kayak hidup lagi jalan, tapi hati rasanya capek sendiri. Aku mau cerita sedikit karena mungkin kamu juga pernah merasakan hal yang sama.
Kalau kamu sudah lama follow aku di social media, mungkin kamu tahu tiap ulang tahun aku biasanya suka melakukan sesuatu yang lumayan “extra”. Pokoknya selalu ada sesuatu yang seru, random, atau sedikit gila.
Tapi tahun ini beda. Aku gak jadi melakukan semua itu.
Sebaliknya… aku cuma di rumah. Kerja. Sendirian. Kayak manusia normal pada umumnya
And honestly, sehari sebelumnya aku sempat merasa sedih banget, kayak tertekan gitu. Karena aku harus membatalkan rencana-rencanaku, sementara deadline terus berdatangan. Rasanya kayak: “Seriously Tuhan? Di hari ulang tahunku juga?”
Tapi di tengah semua itu, aku mulai sadar sesuatu. Kenapa di saat seperti ini kita justru fokus pada apa yang TIDAK kita punya hari ini, dan lupa melihat semua yang Tuhan sudah kasih sebelumnya?
Kenapa kita merasa harus mengalami sesuatu yang besar hari ini, padahal Tuhan sudah begitu baik kemarin— dan Dia juga tetap akan baik besok?
"Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan jangan lupakan segala kebaikan-Nya.” (Mazmur 103:2, TB)
Dan bukankah itu yang Tuhan rindukan dari kita? Untuk tetap percaya kepada-Nya—even when life feels ordinary.
“Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” (2 Korintus 5:7, TB)
Dan ayat ini mengingatkan aku: kita gak hidup berdasarkan mood, keadaan, atau perasaan sesaat. Kita hidup karena percaya. Karena sering kali perasaan kita bisa menipu kita banget. Padahal kebenarannya belum tentu seperti itu.
“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” (Ibrani 13:8, TB)
Karena Tuhan yang sama yang hadir kemarin, masih ada hari ini. Bahkan ketika kita gak selalu bisa merasakan-Nya dengan jelas.
Dan kamu tahu apa yang terjadi akhirnya?
Ternyata aku tetap punya ulang tahun yang indah.
Bukan karena pesta besar.Bukan karena banyak orang.Bukan karena semuanya berjalan sempurna.
Tapi karena di rumah itu, aku mengalami hadirat Tuhan dengan begitu nyata. Tenang. Dekat. Hangat. Dan sangat personal. Belum pernah aku merasakan yang seperti ini sebelumnya.
Dan di situ aku sadar sesuatu:
Ternyata untuk bisa merasa cukup hari ini, ternyata tidak membutuhkan semua itu, Tuhanku memberikan lebih, dan di situlah aku memilih.
Jadi kalau hari ini kamu merasa sendiri, stuck, atau hidup terasa biasa aja, coba pelan-pelan datang lagi kepada Tuhan. Dekatkan dirimu kepada-Nya. Dan undang Yesus masuk ke dalam kesendirianmu.