Ketika Kamu Lelah dalam Pernikahan...
Running on empty bukan cuma soal kelelahan fisik, emosional, atau rohani. Kamu juga bisa mengalaminya dalam pernikahan.
Aku yakin pernikahan nggak melulu terasa seperti bulan madu, kadang ada hari-hari dimana kita marah, kesal, jenuh bahkan ingin pergi saja. Mungkin kamu memberi, memberi, dan memberi tanpa ada timbal balik. Atau se-simple kamu capek ngurus anak, dan nggak pernah punya ME - time jadinya kamu stress.
Kalau kamu suka true crime, mungkin kamu pernah menonton "Death of the Pastor’s Wife" di Netflix, dokumenter tentang Mica Miller, istri seorang pendeta yang mengalami pernikahan penuh kontrol dan dugaan kekerasan. Mica selalu memberikan yang terbaik. Bukan saja buat pernikahan, tapi juga buat gerejanya. Tapi yang dia dapatkan malah abuse, manipulasi, dan penghianatan dari suaminya. Cerita Mica ini, mungkin contoh ekstrim dari burn out yang udah akut banget sampai mempengaruhi mental. Kita mungkin (dan aku harap) belum atau tidak sampai sana masalahnya, tapi tetap pernah bertanya: Apa yang harusnya kita lakukan ketika sudah terlalu lelah untuk bertahan?
Inget lagi deh tujuan atau visi Tuhan dalam pernikahan kamu. Pernikahan harusnya jadi representasi hubungan Yesus dengan gerejanya seperti di Efesus 5:25. Pernikahan juga harusnya jadi tempat kita latihan untuk mengasihi tanpa syarat. Latihan praktek buat hal-hal yang disebut di Efesus 4 : 3
"Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera."
Pernikahan harusnya membawa kehidupan bagi pasangan dan orang sekeliling, bukan toxic dan "mengeringkan tulang". Selama panggilan Tuhan masih ada dalam diri kalian, aku yakin selama itu pula tuhan masih pelihara dan melindungi kalian.
Jika kamu merasa lelah hari ini, menyendirilah sama Tuhan dan take a break. Refleksi dan memikirkan lagi visi apa yang Tuhan taruh di dalam hatiku di awal pernikahan. Kalau udah nggak kuat, cobalah mencari pertolongan profesional.
Remember, GOD has enough for your marriage dan kamu tidak harus menghadapi semuanya sendirian.