Kualitas waktu, bukan kuantitas.
Mungkin kita berpikir, durasi atau waktu berdoa kita penting buat Tuhan. Saudara kita dari seberang, berdoa 5 waktu.. Dari matahari terbit, sampai matahari terbenam. Aku salut, dan itu luar biasa! Tapi tau nggak apa yang lebih penting lagi? Keseriusan kita. Postur hati kita.
Waktu kita berdoa, Tuhan nggak sedang menghitung durasi. Dia tidak menilai doa dari panjangnya kata-kata atau lamanya kita duduk diam. Datang bukan untuk mengesankan,
tetapi untuk menyerahkan diri.
Kita bisa berlama-lama berdoa namun hati tetap jauh. Sebaliknya, satu momen singkat—ketika hati benar-benar hadir, terbuka, dan jujur— seringkali justru mengubahkan.
Tau nggak, ada ayat di alkitab yang jadi favorit aku: “...hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” (Mazmur 51:19). Justru yang patah hati, dan datang apa adanya, TUHAN peluk!
Satu momen yang sungguh hadir seringkali lebih mengubahkan daripada waktu panjang tanpa hati. Dan aku mau berdoa buat kamu yang lagi mau disiplin cari TUHAN setiap pagi,
“TUHAN, ajarlah kami untuk datang dengan keaslian diri dan postur hati yang mau dibentuk. Berikan kami setiap hari, rema-rema dari surga yang membantu kami bertumbuh. Penuhi kami dengan roh kudusMu, dan tuntun kami untuk menjadi lebih dan lebih lagi seperti Yesus! Amin.”