• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 7 Mar 2026

KUASA DI BALIK RASA SAKIT

Tanggal publikasi 7 Mar 2026

Ada jenis rasa sakit yang begitu besar… sampai rasanya nggak mungkin ditanggung. Di titik itu, nasihat orang nggak mempan. Quotes Instagram nggak cukup. Cuma Tuhan yang bisa masuk dan sembuhin bagian hati yang retak.

Dan ironisnya, justru di tempat paling sakit itu — kita paling bisa nemuin kuasa Tuhan.

Yesus sendiri pernah ada di titik itu. Di taman Getsemani Dia berdoa: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku…” (Matius 26:39)

Itu bukan doa orang lemah. Itu doa dari Pribadi yang tahu penderitaan besar sedang menunggu-Nya. Salib. Pengkhianatan. Penolakan. Beban dosa dunia. Tapi doa-Nya nggak berhenti di situ.

“…namun bukan seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Dalam cerita Tuhan Yesus berdoa di Getsemani itu, kita tahu.. Rasa sakit itu nyata. Tapi ketaatanNya lebih kuat. Ketika kita memilih ketaatan walau ditengah kesukaran, disitulah kuasa mujizat terjadi.

Pilihan selalu ada ditangan kita. Untuk kalah perang, atau untuk bangkit lagi. Untuk pergi meninggalkan misi yang Tuhan beri, atau untuk tetap taat. Apapun itu, rasa sakit memperkenalkan kita pada kedalaman Tuhan yang nggak akan kita kenal kalau hidup selalu nyaman.

Yakobus 1:2-3 bilang pencobaan menghasilkan ketekunan, dan Roma 8:18 mengingatkan bahwa penderitaan sekarang nggak sebanding dengan kemuliaan yang akan datang.

You either GROW from the pain, or let the pain defeat you. Tapi ketika kita memilih untuk bangun lagi, dan berjuang lagi.. Kuasa yang didapatkan dari rasa sakit itu biasanya lebih besar. So, hari ini… Ayo meroket bersama! Menjadi lebih kuat dan lebih dewasa. Amin!

“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” - 1 Kor 1:3-4 

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.