• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 5 Feb 2026

Makanan yang “compatible”

Tanggal publikasi 5 Feb 2026

Minggu ini kita banyak bahas tentang “makan”. Tapi kita belum bahas, makan apa? Balik lagi sama analogi pohon. Mazmur 1:3 berkata: Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya,…Bukan pohon yang ditepi pom bensin atau tambang minyak. Bayangin kalau pohonnya nyerep minyak, pohon itu nggak akan berkembang karena bukan kodratnya akar pohon nyerep minyak. Begitu juga kita, sebagai bait Allah, diciptakan dari hembusan nafas Allah, makanan seperti apa yang harus kita ‘konsumsi’?

Percaya nggak kalo roh kita butuh “nutrisi” yang spesifik. Kita tidak bisa berharap bertumbuh secara rohani jika yang kita konsumsi setiap hari adalah hal-hal yang melelahkan jiwa, mengaburkan kebenaran, atau menjauhkan hati dari Tuhan. Yesus berkata di Matius 4:4, ”Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Roh hanya bertumbuh oleh apa yang berasal dari Roh. Firman, hadirat Tuhan, kebenaran, dan ketaatan. Itu adalah makanan yang menyegarkan jiwa kita.

Kalau kita mau iman bertumbuh, pertanyaannya sederhana: Apa yang selama ini kita makan?

Kamu adalah mukjizatNya yang nyata!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.