• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 22 Jun 2026

Maukah kamu?

Tanggal publikasi 22 Jun 2026

Apakah kamu merasa mudah bertemu dengan orang baru? Di Jakarta, itu sangat mudah. Entah saat naik taksi atau duduk sendirian di sebuah bar, orang akan langsung menghampirimu.

Aku kembali menyadari hal itu saat perjalanan terakhirkku ke sana. Aku belum berada di kota itu lebih dari lima menit, dan itu sudah terjadi. Sopir Grab-ku langsung bertanya mengapa aku berada di sana, dan aku menceritakan tentang pekerjaanku.

Tanpa ragu, dia langsung menceritakan kisah hidupnya: perceraian, pria baru di sisi mantan istrinya yang menurutnya tidak cocok, kekhawatirannya tentang kedua anaknya yang kini tumbuh bersama pria tersebut, dan sebagainya...

"Lalu apa yang akan kamu lakukan dalam situasi seperti itu?" tanyanya tanpa ragu—bahkan hampir lebih cepat daripada aku siap menjawabnya.

Meskipun pertanyaannya membuatku sedikit terkejut di tengah jet lag dan kelelahan setelah perjalanan panjang, aku hanya perlu berpikir sejenak sebelum menceritakan betapa berharganya doa orang tuaku bagiku. Bukan hanya ketika aku berjuang melawan diriku sendiri, tetapi juga sampai hari ini. Doa-doa mereka telah menyelamatkanku dari begitu banyak keputusan yang buruk. Aku pun mengatakan kepadanya bahwa dia bisa melakukan hal yang sama.

Tentu saja, jawaban itu langsung terlintas di pikiranku karena aku sudah sering menceritakan kisahku. Jika aku tidak pernah memikirkannya sebelumnya, mungkin aku tidak akan tahu harus berkata apa saat itu.

Bersiaplah menjawab sebuah pertanyaan bahkan sebelum pertanyaan itu diajukan kepadamu.

Itulah yang dikatakan dalam 1 Petrus 3:15:

"...dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu..." (1 Petrus 3:15, TB)

Pernahkah kamu memikirkan secara mendalam apa kisah hidupmu, atau apa yang bisa kamu bagikan kepada orang lain jika suatu hari kamu berada dalam situasi seperti itu? Itu bukan sekadar sebuah situasi; itu adalah kesempatan untuk mengubah hidup seseorang selamanya!

Maukah kamu siap?

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.