• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 29 Jun 2026

Maukah kamu mengikuti teladan Tuhan?

Tanggal publikasi 29 Jun 2026

"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." (1 Korintus 13:13, TB)

Menurutmu, mana yang lebih mudah dilakukan: percaya, berharap, atau mengasihi?

Kalau aku, percaya masih terasa yang paling mudah. Dan karena aku percaya, itu juga membantuku untuk tetap berharap. Tetapi mengasihi... itulah yang paling sulit. Terlebih lagi mengasihi semua orang, bahkan mereka yang telah menyakiti atau mengecewakanku. Itu membutuhkan lebih banyak dariku.

Tidak heran urutannya dalam ayat ini adalah: iman, pengharapan, lalu kasih. Tetapi setelah itu firman Tuhan berkata:

"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." (1 Korintus 13:13, TB)

Tuhan tahu bahwa secara manusia, kita tidak sanggup mengasihi orang lain seperti yang seharusnya. Karena itu, aku ingin mengingatkanmu kembali pada firman Tuhan:

"...Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia." (1 Yohanes 4:16, TB)

Kamu tidak harus mengasihi dengan kekuatanmu sendiri. Kamu boleh menerima kasih Tuhan yang diberikan kepadamu tanpa syarat, lalu mengasihi orang lain melalui kasih ilahi itu.

Di saat banyak orang berkata, "Aku berharap ada damai di bumi," Tuhan mengajak kita mengambil langkah pertama yang bisa kita lakukan: mengasihi orang-orang yang ada di sekitar kita, bahkan mereka yang menurut kita tidak pantas menerima kasih.

"Kebencian menimbulkan pertengkaran,tetapi kasih menutupi segala pelanggaran." (Amsal 10:12, TB)

Kasih memilih untuk tidak berfokus pada kesalahan. Demikian juga Tuhan. Ketika kamu datang kepada-Nya dan memohon pengampunan, Dia tidak lagi memandang kesalahanmu.

Begitu juga kamu. Kamu dapat mengandalkan kasih Tuhan untuk mengasihi orang-orang yang menurutmu tidak layak menerimanya.

Saat kamu mengambil langkah pertama yang memang bisa kamu lakukan, percayalah bahwa Tuhan akan menolongmu mengambil langkah berikutnya—langkah yang tidak mungkin kamu lakukan dengan kekuatanmu sendiri.

Jika kamu melakukan bagian yang menjadi tanggung jawabmu, Tuhan akan melakukan bagian yang mustahil bagimu.

Dia juga menginginkan damai sejahtera—di dalam hatimu dan di bumi ini.

Terima kasih karena hari ini kamu memilih mengambil langkah yang bisa kamu lakukan!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.