• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 29 Mar 2026

“Menanam kembali” pikiranmu 🪴

Tanggal publikasi 29 Mar 2026

Di rumah baruku, aku punya kesempatan untuk membuat sebuah taman kecil. Beberapa temanku datang membantuku karena aku tidak tahu banyak tentang tanaman. Mereka tahu sewaktu aku menanam tanaman terlalu jauh di tempat yang salah. Tanaman yang harusnya tertutup tidak boleh ditanam di bawah paparan sinar matahari. Untungnya mereka tahu dan memindahkan tanaman tersebut ke tempat yang tepat. Akhirnya taman kecilku selesai. Semua tanaman di tempat yang tepat untuk tumbuh.

Kadang orang berkata, “Kamu berhasil karena lingkunganmu.” Tapi sebenarnya, kita juga punya peran dalam hal tersebut.

Apakah kita menempatkan diri kita di lingkungan yang salah melalui pola pikir kita? Kita mungkin sering putus pengharapan, lelah, meragukan diri sendiri dan berpikiran negatif tentang masa depan kita. Padahal Tuhan ingin kita berharap pada janji-janji-Nya (2 Korintus 1:20), berserah pada-Nya (Mazmur 62:2), berpegang pada masa depan penuh harapan bersama-Nya (Yeremia 29:11) dan tinggal dalam kasih-Nya yang luar biasa (Yohanes 3:16)

Mungkin saatnya bagi kita untuk ditanam kembali dalam kebenaran-kebenaran Tuhan! Daud tahu pentingnya lingkungan kita saat dia menulis, "Biarlah aku menumpang di dalam kemah-Mu untuk selama-lamanya, biarlah aku berlindung dalam naungan sayap-Mu!” (Mazmur 61:5, TB)

Saat ini tanamanku telah berada di lingkungan yang tepat, bertumbuh dengan baik, dan membawa sukacita bagi setiap orang yang melihat karena mereka tumbuh dengan indah.

Mari kita ambil langkah ini. Tanam kembali pikiran-pikiran kita! Saat kita merenungkan kebenaran Tuhan, semua kebohongan musuh kita akan sirna. "…di dalam terang-Mu kami melihat terang.” (Mazmur 36:10, TB)

Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.