Mengalahkan Rasa Takut
Halo.... Kemarin aku sempat cerita jujur ke kamu kalau seumur hidupku, aku selalu struggle sama rasa takut akan penilaian orang (fear of man) DAN rasa takut bakal berakhir sendirian. Hari ini, aku mau cerita tentang dua sosok yang ngasih aku semangat dan menginspirasi dalam perjuangan ngalahin rasa-rasa takut ini. Kalau mikirin soal menaklukkan rasa takut, ada satu tokoh yang langsung terlintas di pikiranku. Dia gak tunduk sama rasa takut, dan Tuhan selalu nyertain dia di setiap langkahnya. Coba deh dengerin cerita tentang perjuangan ngalahin rasa takut dari Yusuf, ayah Yesus di dunia!
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan tampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau ragu mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 1:18-21)
Seluruh perjalanan buat menaklukkan rasa takut itu sebenarnya bermuara pada satu kalimat singkat: "Jangan takut." Tuhan sering banget ngomong gitu ke orang-orang di Alkitab. Tahu gak kenapa? Soalnya orang-orang yang Dia ajak bicara itu memang lagi ketakutan setengah mati!
Coba bayangin, Yusuf pasti takut setengah mati mikirin persepsi publik. Orang-orang bakal mikir apa coba? Gimana respons mereka waktu dia bilang, "Umm... Maria emang hamil sih, tapi kata malaikat ini perbuatan Tuhan!" Di Alkitab, Yusuf dikenal sebagai seorang TSADEEK—seorang pemuda benar yang punya reputasi rohani yang bagus banget. Nah, waktu tunanganmu tiba-tiba hamil, reputasimu, posisi sosialmu, dan harga dirimu bisa langsung hancur gitu aja... KECUALI kalau kamu gak takut sama omongan dan penilaian orang lain.
Alkitab mencatat, "Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrimu." (Matius 1:24)
Yusuf harus ngambil keputusan—pilih jalan Tuhan atau jalan manusia. Dia menyingkirkan rasa takutnya akan penilaian orang, memilih jalan Tuhan, dan hasilnya? Kehidupannya serta Anak yang dia besarkan bener-bener luar biasa dan penuh mukjizat!
Rasul Paulus juga pernah bilang: "Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus."
Jadi, ini ada dua pertanyaan yang bisa bantu kamu ngalahin rasa takutmu hari ini:
- Mau gak kamu bilang "enggak" buat selalu menyenangkan (menuruti kemauan) orang lain?
- Mau gak kamu bilang "ya" buat menyenangkan hati Tuhan?
Waktu kita bilang "ya" buat menyenangkan Tuhan, kita bisa pegang janji-Nya bahwa "Dia gak bakal pernah meninggalkan atau membiarkan kita." Wow! Dua ketakutan langsung terkalahkan sekaligus!
Makasih ya udah mengizinkan aku buat jujur, terbuka, dan berjalan bareng kamu di perjalanan ini. Aku mendoakan keberanianmu hari ini waktu kamu menghadapi ketakutan-ketakutanmu. Jangan lupa utamakan menyenangkan Tuhan dan ingat kalau Dia selalu ada bersamamu! Jangan pernah lupa ya, temanku… Kamu adalah mujizatNya yang hidup!