• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
    • VI Vietnamese
Tanggal publikasi 9 Okt 2026

Mode Liburan

Tanggal publikasi 9 Okt 2026

Saat sedang liburan, aku tiba-tiba terpikir satu hal: “Siapakah Tuhan bagiku ketika aku gak sedang membutuhkan-Nya untuk menyelesaikan salah satu masalahku?”

Ya, di tengah liburan, menikmati matahari yang sudah lama kunantikan, pemandangan laut, dan makanan yang enak, masalah-masalah yang biasanya dengan cepat membuatku kewalahan dalam keseharian terasa jauh. Jauh sekali.

Mungkin kamu juga pernah merasakan hal yang sama. Aku menantikan setiap hari yang baru: “Ah, hari ini aku mau pergi ke pasar besar itu, lalu setelahnya makan siang di pinggir laut.”

Yuk kita benar-benar jujur satu sama lain supaya kita bisa saling menguatkan untuk tetap setia. Tetap berpegang pada kebenaran Tuhan! Bahkan saat sedang liburan.

Karena aku juga mengerti bagaimana rasanya. Saat di rumah, aku punya rutinitas. Aku bangun sangat pagi, menikmati waktu teduh bersama Tuhan, lalu langsung mulai menulis renungan atau khotbah sebelum pergi berjalan kaki sambil berdoa.

Mungkin kedengarannya sangat rohani, jadi jangan merasa bersalah kalau kamu gak bisa melakukan hal yang sama. Kalau mau jujur, “Ini juga memang pekerjaanku.”

Tapi kalau aku hanya menulis tanpa pernah meluangkan waktu untuk berada dalam hadirat Tuhan, percayalah, semua yang kutulis hanya akan menjadi kata-kata tanpa makna.

Jangan pernah lupa: Tuhan bukan cuma pemecah masalahmu. Tuhan adalah Tuhan.

Tuhan yang menginginkan sebuah hubungan denganmu. Karena kasih. Karena Dia mengasihimu.

Dalam Mazmur 27 tertulis: “Hatiku mengikuti firman-Mu: ‘Carilah wajah-Ku’; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.” — Mazmur 27:8 (TB)

Atau dalam terjemahan New Living Translation, maknanya disampaikan dengan lebih langsung: “Hatiku mendengar Engkau berkata, ‘Datanglah dan berbicaralah dengan-Ku.’ Dan hatiku menjawab, ‘TUHAN, aku datang.’” — Mazmur 27:8 (NLT)

Hari ini Tuhan berkata kepadamu: “Carilah wajah-Ku.” Ya, ini berarti kedekatan dengan Tuhan gak selalu kita dapatkan begitu saja. Dibutuhkan lebih dari sekadar, “Terima kasih untuk makanan ini, amin.” Tuhan menginginkan hatimu. Hati yang benar-benar menginginkan Dia—bukan hanya sebagai pemecah masalahmu, tapi sebagai Tuhan dalam hidupmu.

Maukah kamu juga menjawab-Nya hari ini: “Tuhan, aku mencari-Mu”?

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.