Mungkin kamu lupa berlutut?
Kadang yah, aku merasa lelah menjalani hidup, padahal hari aku tuh baru dimulai? Pas buka mata malah lemes rasanya. Pikiran sudah penuh karena masalah datang silih berganti, dan aku merasa harus terus kuat menghadapi semuanya.
Suatu hari aku teringat perkataan teman aku, Ronald Patty:
“Sebenernya kita burn out krn kita lupa berlutut nggak sih?"
Aku bilang, "Maksudnya berlutut?"
"Waktu aku merasa kecapekan, aku pernah mencoba bangun pagi langsung berlutut dan berdoa. Nggak main HP dulu, nggak ngecek kerjaan dulu, tapi bangun dari tempat tidur langsung berdoa. Eh...Ternyata bagaimana kita memulai hari ngaruh bgt supaya ga cepet putus asa seharian. Kalau ada hal-hal buruk yang terjadi, imanku lebih kuat karena terus terkoneksi sama Tuhan.” Kata Ronald.
Kalimat ini mengingatkan aku bahwa terkadang bener juga, aku terlalu sibuk mempersiapkan diri menghadapi dunia, sampai lupa mempersiapkan hati bersama Tuhan.
Ada nggak sih yang kayak gitu juga? Bangun pagi langsung mengecek handphone, membaca pesan, memikirkan pekerjaan, dan mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi, dan tiba-tiba udah on-the-go aja. Atau bahkan sebelum kaki melangkah keluar rumah, pikiran kita sudah FULL dan lari ke mana-mana.
Padahal nih, kita tidak dirancang untuk menghadapi setiap peperangan dengan kekuatan sendiri.
Mazmur 5:4 mengingatkan kita untuk membawa permohonan kepada Tuhan pada pagi hari dan menantikan jawaban-Nya. Berdoa bukan berarti semua masalah akan langsung hilang. Namun, kita belajar menghadapi masalah dengan hati yang tertuju kepada Tuhan, bukan hanya kepada ketakutan kita.
Mungkin besok pagi, sebelum membuka handphone, cobalah mengambil waktu untuk berlutut dan berdoa. Bukan karena doa adalah formula agar hari berjalan sempurna, tetapi karena kita membutuhkan Tuhan dalam setiap langkah.
Jangan memulai hari hanya dengan menyiapkan diri untuk berperang. Mulailah dengan datang kepada Dia yang menjadi sumber kekuatanmu, dan nikmatilah hadiratnya. Semoga ini membantu...
"Tuhan Yesus, sebelum aku menghadapi dunia hari ini, aku mau datang kepada-Mu. Tenangkan pikiranku, kuatkan hatiku, dan ajar aku untuk tidak mengandalkan kekuatanku sendiri. Pimpin setiap langkahku dan ingatkan aku bahwa aku tidak berjalan sendirian. Amin."