• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 31 Mar 2026

Mungkin kita juga melakukan hal ini…

Tanggal publikasi 31 Mar 2026

"Aku yakin gereja baru di ujung jalan ini bukan kehendak Tuhan. Apa yang mereka lakukan tidak benar!”

Seseorang baru saja mengatakan hal ini kepadaku. Dia datang dan berbicara kepadaku, dan beberapa orang juga mulai datang mendengarkan hal ini. Bagaimana pemikiran orang-orang ini? Apakah mereka juga setuju tentang gereja itu? Mereka dapat menghancurkan sesuatu yang akan membawa kehidupan bagi sekitarnya. Dan hal itu adalah kemenangan bagi Iblis.

Kita selalu dapat mengeluh tentang setiap gereja manapun. Kita juga melakukan hal yang sama pada pekerjaan manapun atau organisasi apapun. Tapi gereja adalah rumah Tuhan. Tempat kita seharusnya memuji Tuhan. Apakah kita lupa kalau Tuhan layak menerima pujian?

Pasal terakhir dalam kitab Mazmur dimulai dengan "Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya!” (Mazmur 150:1, TB)

Ayat itu tidak mengatakan pujilah Tuhan dalam gereja yang sempurna. Mazmur itu berakhir dengan "Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan!” (Mazmur 150:6, TB)

Segala yang bernafas.. Berarti kamu, berarti saya! Di gereja, namun juga dapat di mana saja seperti ketika berbelanja di indomaret.

Jadi apa yang bisa kita lakukan? Mengasihi. Seorang pendeta pernah berkata kepadaku, “Debbie, seburuk apapun khotbahnya, kalau kamu mau, kamu dapat mengambil satu hal positif untuk hidupmu.” Kemenangan itu dalam Yesus.

Mari kita memilih untuk mengasihi. Bicarakan hal yang positif mengenai gerejamu. Hal itu dapat mengubah segalanya, termasuk diri kita sendiri. Dengan demikian kita mengalahkan iblis.

Atau sesuai perkataan rasul Paulus, "karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,” (Filipi 2:2, TB)

Mari kita memuji Tuhan hari ini!

Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.