Orang lain menghalangi misimu?
Mungkin kamu pernah mengalami hal ini dalam hidupmu. Atau mungkin nanti kamu akan mengalaminya…
Tuhan mulai menggerakkan rencana yang sudah lama ada di hatimu. Dan saat semuanya mulai berjalan dengan baik, semua orang ingin ikut terlibat. Tapi mungkin kamu juga pernah merasakan, keterlibatan itu lama-lama berubah jadi keinginan untuk diperhatikan, dan akhirnya misimu malah terganggu karena hal itu.
Musa mengalami hal ini bahkan di dalam keluarganya sendiri! Saat Tuhan sedang memberikan loh hukum Taurat kepadanya di atas gunung—momen yang begitu kudus—dan dia sebagai pemimpin seluruh tim (kalau pakai istilah sekarang) harus pergi sebentar, Harun justru membiarkan orang-orang—anggota tim lainnya—mengikuti allah lain. Dia bahkan mendukung pembuatan anak lembu emas! (Keluaran 32:15–24 TB)
Betapa kecewanya Musa! Saudaranya sendiri menyesatkan bangsa itu hanya dalam waktu singkat saat dia pergi! Bagaimana reaksimu kalau ada di posisi itu? Mungkin kamu akan berkata, “Aku nggak mau ngomong sama kamu lagi!” Dan mungkin itulah yang benar-benar terjadi dalam keluargamu atau di antara teman-temanmu…
Tahu nggak bagaimana Musa bereaksi? Tertulis, “Kemudian kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata, ‘Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar… kiranya Engkau mengampuni mereka!’” (Keluaran 32:31–32 TB)Sikap hati yang luar biasa! Wow!
Kalau kita bereaksi dengan kebencian, semuanya akan hancur.Tapi kalau kita merespons dengan kasih, Tuhan akan bertindak!
Musa sebenarnya bisa saja berdebat dengan Harun. Tapi yang tertulis justru, “Musa kembali menghadap TUHAN.” (Keluaran 32:31 TB). Bertengkar akan menghancurkan; kasih akan meluruskan jalan.
Musa juga bisa berpikir, “Sekarang aku benar-benar sendirian dalam misiku. Saudaraku dan bangsa ini sama sekali nggak mengerti.” Dan mungkin kamu juga mengenal perasaan kecewa dan kesepian dalam panggilanmu itu.
Tapi lihatlah hal indah yang Tuhan katakan kepada Musa pada saat itu: “Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu:” (Keluaran 32:34 TB)
Selalu berdirilah di pihak damai, karena Tuhan TIDAK PERNAH akan meninggalkanmu sendirian dalam misimu!