• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 7 Jan 2026

Pastikan kamu nggak meleset dari tujuanmu,

Tanggal publikasi 7 Jan 2026

Hari ini, harapanmu ada dalam jangkauan! Aku tahu, mungkin rasanya nggak seperti itu kalau kamu melihat apa yang sedang terjadi dalam hidupmu sekarang, tapi ini adalah kebenaran yang mutlak! Kebenaran yang mutlak! Kamu tahu nggak apa arti kata “mutlak”? “Benar-benar pasti—tanpa keraguan”!

“Tapi Debbie, nggak ada satu pun, benar-benar nggak ada satu pun yang berjalan seperti seharusnya!” …Aku tahu… aku pernah ada di posisi itu… Dan kamu tahu siapa lagi yang mengalami hal yang sama? Orang-orang di zaman Alkitab.

Coba lihat kitab Ibrani, misalnya. Kitab itu ditulis untuk orang-orang Kristen Yahudi yang sedang mengalami penganiayaan. Tapi Tuhan justru memakai penganiayaan itu untuk menyebarkan para orang percaya mula-mula ke seluruh Kekaisaran Romawi. Dari situlah Injil menyebar dengan sangat cepat ke seluruh kekaisaran. Apa yang kelihatannya seperti situasi yang sangat buruk, ternyata adalah bagian dari rencana yang lebih besar untuk menyelamatkan banyak orang.

Dan aku merasa sangat tersentuh dengan cara Paulus berbicara kepada mereka waktu itu. Dia berkata, “Jangan sampai meleset dari tujuan!” Itu benar-benar menantang! Kamu lagi tertekan, semuanya serba salah, dan bukannya dihibur, yang kamu dengar justru: “Jangan sampai sekarang kamu meleset dari tujuan!” (Ibrani 2:1 TB)

Lalu dia menjelaskan kenapa dan bagaimana itu bisa terjadi: “Karena itu kita harus lebih teliti memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.”

Kehilangan arah yang sudah Tuhan rencanakan. Jalan yang bukan cuma menolong mereka, tapi juga banyak orang lainnya. Kenapa Paulus berkata bahwa kita nggak akan pernah bisa cukup kuat berpegang pada Firman Tuhan?

Karena Firman Tuhan penuh dengan pengharapan dan ingin menguatkanmu, bahkan di jalan yang saat ini mungkin nggak kamu sukai: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.” (Mazmur 23:4 TB)

Harapanmu ada dalam jangkauan—maukah kamu meraihnya?

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.