• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 20 Feb 2026

Pemberian terbaik dari Tuhan

Tanggal publikasi 20 Feb 2026

Pernah nggak sih ada sesuatu yang diambil dari kamu?

Mungkin sebuah posisi kerja di kantormu? Bisa jadi kamu sangat menginginkan promosi itu, tapi ada orang lain yang lebih vokal, lebih agresif, atau kelihatan lebih ambisius, dan akhirnya dialah yang mendapatkan posisi tersebut.

Atau mungkin hubungan romantis yang terasa “diambil” darimu. Ada orang baru yang masuk ke dalam hidup pacarmu—seseorang yang bisa memberi lebih banyak hadiah atau meluangkan lebih banyak waktu untuk hubungan itu?

Kalau begitu, bagaimana seharusnya kita menjaga hati saat hal-hal seperti ini terjadi? Saat sesuatu terasa diambil dari kita?

Mari kita lihat hikmat Alkitab yang bisa memberi terang dalam hal yang berat ini. Paulus mengutip perkataan Yesus dalam Kisah Para Rasul, “…Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.’” (Kisah Para Rasul 20:35 TB)

Mungkin kamu berpikir, “Iya, itu benar, tapi tetap saja aku kehilangan sesuatu dan orang lain yang dapat.” Memang kelihatannya seperti itu, tapi aku mau berbagi satu pengalaman dari perjalananku ke Kupang aku berdoa semoga ini bisa mengubah sudut pandangmu! :-)

Aku berada di Atambua, dan aku membawa banyak boneka serta permen untuk dibagikan di sebuah tempat pembuangan sampah, di mana para ibu bekerja bersama anak-anak mereka. Saat aku membagikan hadiah-hadiah itu, aku sangat terkejut karena tidak satu pun dari anak-anak itu merebutnya dari tanganku—semua menunggu dengan sabar sampai masing-masing mendapat bagian.

Ketika tanpa sengaja aku memberi salah satu anak lebih banyak daripada yang lain, anak itu langsung membagikan kelebihannya kepada anak-anak lain. Aku benar-benar terharu, dan saat itu juga aku berkata dalam hati, “Aku harus kembali ke sini lagi! Dan lain kali, aku akan membawa lebih banyak lagi!”

Anak-anak ini sebenarnya bisa saja mengambil semua yang aku bawa—jumlah mereka ratusan dan aku sama sekali tidak mungkin menjaga hadiah-hadiah itu—tapi mereka memilih menunggu sampai semuanya dibagikan. Setelah itu, mereka saling berbagi secara merata.

Kamu tidak perlu mengandalkan kekuatanmu sendiri untuk meraih apa yang Tuhan berikan. Pilihlah untuk membiarkan Dia memberikannya dengan kekuatan dan waktu-Nya. Biarkan hatimu tenang, karena Dia sanggup melakukan apa saja dan Dia PASTI akan memberikan yang terbaik untukmu. Mungkin bukan promosi yang itu. Mungkin ada posisi lain yang jauh lebih cocok dan memang Tuhan siapkan khusus untukmu! :-)

Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.