• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 13 Feb 2026

Pemberian yang harum

Tanggal publikasi 13 Feb 2026

Apakah kamu pernah mendengar lagu, “Biar manis Kau dengar…” Dari Welyar Kauntu? Kamu bisa dengar cover dari Yeshua Abraham disini: https://youtu.be/LLBGZG2B-58?si=ca44vYGA3jNly3CY. Lagunya sweet banget!

Waktu aku dengar lagu ini, aku ingin masa-masa aku masih sendiri. Semua yang aku lakukan kupersembahkan buat Tuhan. Sekolahku, kuliahku, pekerjaanku, komunitasku. Biarlah semua yang aku lakukan dan apa yang aku punya memuliakan nama Tuhan. Bahkan ketika aku berdoa untuk jodohku di umur 19 tahun, aku bilang… “Aku mau menikah karena two can achieve more than one.” Berdua aku bisa melakukan lebih banyak buat Tuhan. Aku mau pernikahanku memuliakan Tuhan. Aku mau melakukan misi dan visi Tuhan bersama pasanganku.

Kini aku sudah menikah, dan setiap hari aku bertanya… “Tuhan, apa yang kami bisa lakukan untuk Tuhan?” Pelayanan jadi bagian dari pernikahan kami. Entah itu membantu anak-anak di panti asuhan, menyambut orang di gereja, atau memberi bantuan untuk teman yang memerlukan. Tuhan bilang, Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. - Kolose 3:23. Dan kebenaran Firman Tuhan ini aku pegang erat-erat, bahkan ketika masalah demi masalah hadir dalam hubunganku.

Kami tidak berpacaran lama. Pernikahanku, bagi sebagian orang, mungkin terlihat buru-buru. Aku sendiri berpikir, mungkin karena umur. Mungkin karena lelah menunggu. Atau mungkin karena aku sedang belajar percaya?

Bahkan di hari pernikahanku, aku menghabiskan waktu lama di kamar mandi. Bukan untuk bersiap-siap, tapi untuk curhat dan nangis sama Tuhan. Dengan suara gemetar aku berkata,

“Tuhan… aku takut.”

Dan di tengah ketakutan itu, aku seperti melihat sebuah gambaran. Bapa di surga—dan para malaikat—bersorak dengan sukacita. Surga melihat ke bawah seakan berkata… “Ketika nanti kamu berjalan masuk ke lorong chapel untuk pemberkatan, Aku menyertai kamu! Surga berbahagia dan tidak sabar melihatmu masuk ke musim-mu yang baru! Tidak ada yang perlu ditakutkan ketika Aku berjalan bersamamu. Kamu nggak sendiri…”

Air mataku tertumpah, aku terharu. Aku bisa merasakan betapa excited hati Bapa, melihat anak perempuan-Nya masuk ke dalam pernikahan - konsep yang Dia ciptakan. Bahkan malaikat melompat kegirangan, di surga semua bertepuk tangan. Aku melangkah dengan iman. Dan saat aku berjalan menyusuri lorong itu, aku tahu—surga berjalan bersamaku.

Kita mungkin nggak akan pernah benar-benar tahu, is he really the one? Pada akhirnya pernikahan adalah komitmen setiap hari, trying to be the one and making him the one. Atau mungkin pernikahanmu bukan sesuatu yang kamu rencanakan? Semua terjadi begitu cepat bahkan mungkin terjadi karena paksaan atau situasi? Tau nggak di Roma 8:28, Tuhan bilang He will work in the midst of your chaos to make everything good for you. Bahkan ketika kita mulai dengan kegagalan atau kesalahan, Dia ada untuk menjadikannya berkat buat kamu! Jangan patah semangat!

Berdoa yuk? “Terimakasih Tuhan untuk pernikahanku. Lewat proses dalam musim ini aku diajari banyak hal, dan aku dapat mengenal Engkau lebih dalam lagi. Biarlah aku tetap mengingat tujuanku menikah, semua hanya untuk kemuliaan nama-Mu! Bagaimanapun aku memulai, aku mau mengakhiri dengan baik. Jadikanlah aku dan pasanganku berkat bagi banyak orang.. Sampai nanti ketika kita bertemu di Surga, aku mau melihat ke belakang dan semoga aku bisa bilang “IT IS GOOD, AND I HAVE DONE MY BEST!” Ajari aku untuk selalu memberikan yang terbaik. Let it be a sweet-sweet song in Your ear. I love You, Lord.”

Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.