Pengampunan yang paling mengesankan
“...“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”...” (Lukas 23:34, TB) Kata-kata yang mengubah sejarah ini diucapkan oleh Yesus—kata-kata yang menjadi kunci besar untuk hidup yang benar-benar merdeka!
Saat aku TIDAK mau mengampuni, dan setelah berbulan-bulan terbaring sambil menangis di lantai, tenggelam dalam depresi yang berat, Tuhan terus menepuk bahuku dengan lembut: “Debbie… ampunilah.”
“Tapi aku nggak bisa! Kenapa Engkau nggak mengerti aku, Yesus? Aku sudah disakiti, sementara orang itu terus hidup bahagia? Itu nggak adil!”
Di saat itulah aku mendengar suara Yesus sejelas yang pernah kudengar: “Menurutmu adilkah saat mereka memukul Aku? (lihat Lukas 22:63) Menurutmu adilkah saat mereka menyalibkan Aku di antara dua penjahat, padahal Aku tidak bersalah?” (lihat Lukas 23:33)
Aku bertanya, “Yesus, kalau begitu kenapa Engkau tetap berkata, ‘Bapa, ampunilah mereka!’?” Dia menjawab, “Karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!”
Saat itu, air mata langsung mengalir di pipiku karena aku sadar… yang Dia maksud adalah aku. Aku sudah begitu sering mengecewakan dan menyakiti orang lain karena aku tidak memahami sepenuhnya dampak dari perkataan dan tindakanku. Aku tidak tahu apa yang sedang aku perbuat.
Dengan cara yang sama, orang yang telah menyakitiku begitu dalam itu pun tidak benar-benar mengerti betapa besar kerusakan yang ditimbulkan dalam hidupku. Itulah sebabnya Yesus memilih untuk pergi ke kayu salib… supaya kita juga bisa mengampuni, sama seperti Dia mengampuni. Bahkan saat kita tidak mengerti.
Jujur saja, bahkan saat aku menulis ini, mataku kembali dipenuhi air mata. Yesus tidak pernah mau kita terjebak dan mandek dalam hidup hanya karena kita tidak bisa mengampuni. Itulah sebabnya Dia pergi ke kayu salib. Mengampuni berarti hidup!
Jadilah merdeka.
Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!