Pernah kepikiran seperti ini juga?
“Aku rasa dia nggak sungguh-sungguh dengan apa yang dia nyanyikan.”
Itu adalah pikiran jujurku waktu aku diundang untuk melayani di sebuah gereja yang belum aku kenal. Tim pujian mulai menyanyi, dan aku langsung berpikir: “Cara dia tampil di panggung… kok rasanya nggak meyakinkan ya…”
Kamu pasti bisa relate kan? Kita semua pernah punya pikiran menghakimi seperti itu…
Tapi lucunya, malam itu setelah aku selesai pelayanan dan kembali ke hotel, aku dapat pesan Instagram: “Hallo Debbie. Waktu kamu mulai tadi, aku sempat berpikir: ‘Ah, ini cuma akting…’” Haha.
😂 Lucu ya? Kita menghakimi orang… dan ternyata orang juga menghakimi kita. Kita semua melakukannya. Kita cepat menghakimi—sementara Tuhan cepat mengasihi.
Tapi pesannya lanjut: “…tapi Roh Kudus langsung menegur aku bahwa pikiranku salah. Dan akhirnya aku sangat diberkati lewat firman yang kamu sampaikan!”
Dan jujur, aku juga SANGAT DIBERKATI oleh pujian malam itu. Aku kagum bagaimana pemimpin pujian itu dipakai Roh Kudus—setiap lagu benar-benar nyambung dengan firman yang aku bawa!
Kalau wanita itu tetap bertahan dalam penghakimannya, dia bisa saja melewatkan suara Tuhan. Dan kalau aku tetap bertahan dalam pikiranku yang menghakimi, aku juga bisa melewatkan hadirat Tuhan.
Nggak heran di Injil Yohanes tertulis: “Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.” (Yohanes 7:24 TB)
Oh, yuk belajar untuk langsung mengasihi. Karena saat kita mengasihi, fokus kita berubah—bukan lagi ke orang, tapi ke Tuhan!
Karena hanya kita manusia yang cepat menghakimi… sementara Tuhan cepat mengasihi. ❤️Dan kasih karunia yang tidak kita layak terima itu—kamu sendiri pasti sudah pernah merasakannya.
Kamu adalah sebuah keajaiban!