• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 12 Feb 2026

Pernikahan sebagai korban syukur.

Tanggal publikasi 12 Feb 2026

Waktu aku single, aku kira pernikahan itu bed of roses… Hamparan bunga mawar, semua mudah, everyday is beautiful… Happily ever after. Ternyata… Pernikahan bukanlah hamparan bunga mawar. Pernikahan adalah:

Upaya Berkelanjutan: Bukan keadaan pasif, melainkan upaya aktif dan berkelanjutan untuk mempertahankan hubungan yang penuh kasih dan saling mendukung.

Banyak Tantangan: Adalah normal bagi pernikahan untuk menghadapi cobaan dan kesulitan. Tantangan-tantangan ini dapat memperkuat hubungan jika kedua pasangan mengatasinya bersama-sama.

Komitmen Lebih Penting daripada Kecocokan: Alih-alih mengandalkan "kecocokan sempurna," pernikahan yang sukses dibangun di atas komitmen terhadap kesejahteraan orang lain.

Ada hari-hari aku merasa down dan bingung. Tidak tahu harus berbuat apa saat perbedaan, konflik, dan tekanan datang bersamaan. Di momen itu, aku teringat Abraham yang menyerahkan Ishak—bukan karena ia mengerti, tetapi karena ia percaya.

“Allah akan menyediakan.” (Kejadian 22:8)

Kadang, pernikahan memanggil kita untuk mempersembahkan ego, ekspektasi, dan keinginan sebagai korban yang harum di hadapan Tuhan. Kadang Tuhan tidak langsung menyediakan jalan keluar, melainkan menyediakan kekuatan untuk bertahan, kerendahan hati untuk mengalah, dan kasih yang tetap memilih setia seperti perjalanan iman kita sama Tuhan.

Kalau hari ini kamu sedang merasa ‘kalah’, mau menyerah… Bingung sama situasi kamu. Ingatlah, Tuhan yang mengizinkan kamu masuk ke dalam musim pernikahan ini… Adalah Tuhan yang setia menyertai kamu, dan peduli akan perasaan kamu. Kejar hadirat-Nya, dan minta Dia memenuhimu lagi dengan kekuatan-Nya. Allah akan menyediakan.

Berdoa yuk? “Tuhan Yesus, please pegang tanganku setiap hari ketika aku menjalani pernikahanku. Jadikan aku istri yang baik untuk suamiku, dan seorang anak yang buah-buahnya berkenan di mata-Mu. Engkau Allah yang setia di dalam setiap musim. Berikan aku arahan dan kekuatan, jadikan pernikahanku indah bukan saja untuk kami berdua, tapi indah dan mulia di mata-Mu, Tuhan. Terima Kasih atas penyertaan-Mu. Kami mengasihi-Mu. Amin!”

Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.