• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 1 Jun 2026

Pertempuran yang gak semua orang lihat!

Tanggal publikasi 1 Jun 2026

“Deb, bisa bantu aku gak? Aku masih terus berjuang dengan eating disorder yang aku alami—rasanya kayak ada raksasa yang berdiri di antara aku sama pikiranku.”

Dan ya… hari ini aku bisa membantu.

Karena aku sendiri pernah ngerasain, melewatkan itu—secara pribadi. Aku pernah kambuh berkali-kali, mungkin bahkan lebih dari 100 kali. Dan aku tahu rasanya cuma bisa berpegang sama tangan Tuhan dengan sisa kekuatan terakhir, dan berkata: “Tuhan, aku butuh mujizat. Aku udah gak bisa ngejalanin ini sendirian lagi.”

Waktu Daud berdiri berhadapan dengan raksasa bernama Goliat, rasanya mustahil buat menang ngelawan dia. Tapi Daud udah melewati begitu banyak hal bersama Tuhan—dalam kesendirian—sampai-sampai dia mampu menghadapi raksasa itu.

Dia sudah melewati banyak pertempuran kesendiriannya, tanpa penonton, tanpa tepuk tangan. Hanya ada momen-momen dimana dia sadar: “Tuhan, kalau Tuhan gak turun tangan sekarang… aku selesai sih.” 🙏

Bahkan Raja Saul sempat menertawakan Daud waktu dia bilang ingin melawan Goliat:

“Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit .” (1 Samuel 17:33, TB)  

Tapi kemudian Daud mengingatkan Saul—dan mungkin juga mengingatkan dirinya sendiri—tentang semua yang sudah dia lalui bersama Tuhan:

“Tetapi Daud berkata kepada Saul: ”Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila dia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini.” (1 Samuel 17:34–36, TB)

Dan setelah itu? Saul akhirnya mengizinkan Daud bertarung. Dan kita semua tahu gimana akhir ceritanya… Daud menang melawan raksasa itu (lihat 1 Samuel 17:41–51, TB). 

Perjuanganmu dalam kesendirian itu berharga. Justru di momen-momen paling sepi, paling berat, dan paling melelahkan itu… kamu akan sadar: Kamu nggak bisa melewati ini tanpa Tuhan. Dan bersama Tuhan, kamu akan selalu dimampukan untuk melewatinya. 🤍

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.