Pintu-pintu di depanmu sedang terbuka!
Kamu tahu pintu otomatis yang akan terbuka begitu kita mendekatinya? Hari ini aku ingin memberitahumu bahwa kamu sedang berdiri TEPAT DI DEPAN pintu seperti itu!
Sering kali kita merasa terjebak atau tidak bisa bergerak maju dalam hidup, seolah-olah kita berada di dalam penjara. Tidak ada yang berubah menjadi lebih baik, dan rasanya kita tidak berdaya untuk mengubah apa pun. Tapi ingat, itu hanyalah perasaan kita, bukan kenyataan menurut Tuhan. Di antara apa yang kita rasakan dan apa yang Tuhan sanggup lakukan, ada mujizat iman yang lebih besar daripada pikiran kita!
"Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab kepada hukum-hukum-Mu aku berharap. Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya. Aku akan hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu." — Mazmur 119:43–45 (TB)
Seperti Daud, penulis mazmur ini, taruhlah pengharapanmu pada keputusan-keputusan Tuhan yang benar! Dan ingatlah, keputusan-Nya selalu adalah yang terbaik bagimu!
Bertahun-tahun yang lalu, karena kasih dan anugerah-Nya semata—karena ya, Dia tahu semua pelanggaranmu—Dia mengutus Anak-Nya untuk mati di kayu salib bagimu, supaya kamu tidak perlu terus berdiri di depan pintu yang tertutup.
Pintu tertutup apa yang sedang kamu hadapi saat ini? Keraguan terhadap dirimu sendiri? Pekerjaan yang hilang? Anak-anakmu yang rasanya sudah tidak bisa kamu jangkau lagi? Atau bahkan kecanduan yang berat, kesedihan, luka hati, atau dukacita yang begitu besar?
Apakah itu PENJARAMU? Pintu yang sepertinya tidak mau terbuka?
Sama seperti pintu otomatis yang hanya terbuka ketika kita mendekatinya, hari ini kamu juga perlu mengambil satu langkah untuk mengalami Tuhan memberikan kebebasan kepadamu! DATANGLAH KEPADA YESUS.
Kamu perlu mengambil langkah itu untuk mengalami mujizat dari pintu yang terbuka! Dan saat kamu mengambil langkah itu sekarang, kamu bisa berkata bersamaku, "Ya, aku percaya akan terobosanku! Hari ini aku melangkah keluar dari penjaraku! Karena Yesus mengasihiku, aku boleh hidup dalam kebebasan!"