Pokok Anggur yang Benar
Halo temanku, selamat datang kembali dalam momen bersama Sang “AKULAH”—Yesus!
Di halaman belakang rumahku ada sebuah teralis yang dipenuhi tanaman anggur. Setiap musim gugur, aku bisa memanen buah-buah anggur yang indah dan luar biasa, dan aku sangat bersyukur atas pemeliharaan Tuhan. Rasanya juga enak banget... selama aku mau melakukan bagian yang perlu aku lakukan: merawat dan memangkasnya!
Minggu lalu, aku sedang memangkas tanaman anggur itu. Memangkas mungkin terlihat seperti proses yang kejam karena kita harus memotong beberapa ranting, tapi proses ini penting supaya energi dari pokok anggur utama bisa dialirkan untuk menghasilkan buah, bukan hanya untuk menumbuhkan ranting. Aku memangkasnya dengan penuh semangat. Aku suka prosesnya, tapi mungkin ranting-ranting itu gak merasakan hal yang sama.
Yesus berkata, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” — Yohanes 15:1–5
Saat aku mengusap keringat dari dahiku, aku mulai memperhatikan ranting-ranting yang sudah dipotong dan menumpuk di dekat kakiku. Sebenarnya, ranting-ranting itu masih terlihat hidup. Warnanya masih hijau dan kelihatannya masih segar. Tapi aku tahu, hanya dalam beberapa jam, ranting-ranting itu akan mulai layu dan kehilangan kesegarannya karena sudah gak lagi terhubung dengan pokok anggur utama. Sumber kehidupan mereka sudah terputus.
Aku juga berpikir, meskipun ranting yang sudah terpotong itu punya keinginan untuk menghasilkan buah beberapa bulan kemudian, hal itu tetap gak mungkin terjadi karena ranting itu sudah terpisah dari pokok anggur. Tanpa hubungan yang kuat dengan pokok anggur utama, ranting-ranting itu gak bisa melakukan apa-apa.
Apa yang perlu kamu relakan untuk “dipangkas” dari hidupmu supaya kamu bisa menghasilkan lebih banyak buah secara rohani? Boleh aku cerita apa yang sedang aku buang dari hidupku saat ini? TERBURU-BURU. Aku sadar bahwa selama ini aku menjalankan pekerjaan Tuhan dengan kecepatan yang begitu tinggi sampai akhirnya kesibukan itu justru menghambat pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan di dalam diriku. Aku sadar bahwa aku perlu memperlambat langkah, karena kalau iblis gak bisa membuatmu menjadi buruk, dia akan mencoba membuatmu terlalu sibuk!
Aku mengambil keputusan dengan sengaja untuk memperlambat langkah, berhenti sejenak, dan mengundang Roh Kudus untuk menunjukkan ritme hidup yang Dia inginkan untukku. Aku mau menikmati kebaikan Tuhan dan gak membiarkan apa pun memutus hubunganku dengan Pokok Anggur yang Benar, Tuhan dan Juruselamatku, Yesus.
Aku mau mengingatkanmu sekali lagi tentang apa yang Yesus katakan: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” —Yohanes 15:1–5
Ketika kita memilih untuk tetap tinggal di dalam-Nya... tetap terhubung... beristirahat... terus berbicara dengan-Nya... dan fokus untuk hidup dekat dengan Yesus, ritme hidup kita akan menjadi lebih tenang. Dan dari kehidupan yang terus terhubung dengan-Nya itulah, kita akan melihat buah dan mukjizat bertumbuh dalam hidup kita!
Bolehkah aku mendoakan hal ini untuk hidupmu sekarang?
Yesus, terima kasih. Aku berdoa supaya setiap hari, dalam setiap momen, kita terus terhubung dengan-Mu. Tuhan, tolong untuk mengizinkan-Mu memangkas apa pun dalam hidup yang bukan berasal dari-Mu. Tolong kami melepaskan kebiasaan hidup yang selalu terburu-buru, supaya kita bisa beristirahat dan tetap dekat dengan-Mu, Pokok Anggur yang Benar. Terima kasih karena Engkaulah yang menopang dan menjadi sumber kehidupan kami. Amin.