• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
    • VI Vietnamese
Tanggal publikasi 24 Agt 2026

Roti Kehidupan

Tanggal publikasi 24 Agt 2026

Halo, terima kasih sudah meluangkan waktu bersamaku hari ini! Minggu ini, kita akan mengenal lebih dalam pernyataan-pernyataan luar biasa dan penuh kuasa yang Yesus sampaikan dalam kitab Yohanes. Yesus sebenarnya bisa memperkenalkan diri-Nya kepada kita dengan cara apa pun yang Dia mau, tapi Dia memilih tujuh pernyataan penting “AKULAH” yang menunjukkan begitu banyak tentang karakter-Nya dan isi hati-Nya bagi kita. Yuk, kita pelajari bersama!

Beberapa tahun lalu, aku mendapat kesempatan untuk pergi ke Sumba. Sekarang, rasanya sedih sekali karena beberapa tempat yang dulu kami tinggali dan layani sudah gak ada lagi karena perang.

Saat kami berada di sana, kami mengunjungi sebuah desa kecil dan pergi mencari makan malam. Kami sampai di sebuah tempat makan keluarga kecil yang saat itu hanya menyediakan dua menu: roti dan kopi.

Sebagai orang Ibu Kota yang terbiasa punya banyak pilihan makanan, awalnya aku agak kaget melihat menu yang sangat terbatas itu. Tapi kemudian aku mulai makan!

Dari dapur keluar sebongkah besar roti yang masih hangat, padat, kaya rasa, dan mengenyangkan. Bahkan saat roti itu diletakkan di atas meja, bunyinya saja sudah menunjukkan betapa padatnya roti tersebut. Aku menyobek roti itu sedikit demi sedikit, mencelupkannya ke dalam kopi, lalu mengunyah dan menikmatinya. Rasanya benar-benar nikmat!

Sekarang, bayangkan roti itu ketika kamu mendengar Yesus berkata:

“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”(Yohanes 6:35)

Saat ini, tepat di momen ini, Yesus sedang menunjukkan bahwa sebagai Roti Hidup, Dia adalah Tuhan. Dia lebih dari cukup. Dia sanggup menopang hidupmu. Dan Dia selalu menepati janji-Nya.

Yesus ingin kamu tahu bahwa ketika kamu menerima Roti Hidup, Dia sanggup memenuhi hidupmu dengan kasih, kepedulian, pengharapan, sukacita, keteguhan, kekuatan, keberanian, semangat, dan tujuan—bahkan lebih dari yang kamu butuhkan.

Sebagai bagian dari panggilanku, aku pernah melakukan pelayanan di jalanan Sumba. Salah satu bagian dari pelayanan itu adalah membantu membagikan makanan melalui sebuah gereja lokal. Kami sudah diperingatkan bahwa orang-orang yang mengantre terkadang bisa marah dan saling mendorong.

Aku bertanya kepada gembalanya kenapa mereka bisa sampai seperti itu, dan jawabannya terus aku ingat sampai sekarang.

“Debbie, sejak kecil mereka harus berjuang untuk mendapatkan makanan. Rasa takut bahwa besok mungkin gak ada makanan lagi terkadang menguasai mereka. Ketakutan bahwa gak akan ada cukup masih terus mereka bawa sampai sekarang.”

Yesus berkata, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi.”

Teman-temanku, Roti Hidup gak akan pernah habis! Tuhan gak pernah kehabisan kemampuan untuk menjadi lebih dari cukup bagi kita.

Kemudian dalam Yohanes 6, Yesus kembali berkata:

“Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” — (Yohanes 6:51)

Ingin kamu membawa kebenaran ini sepanjang harimu:

Yesus adalah Tuhan. Yesus lebih dari cukup. Yesus sanggup menopang hidupmu. Yesus selalu menepati janji-Nya.

Doaku untukmu hari ini adalah supaya kamu bisa bersyukur untuk makanan yang ada di mejamu. Dan saat makanan itu menguatkan tubuhmu, ingatlah bahwa ROTI HIDUP juga tersedia untukmu—kamu hanya perlu datang dan menerimanya!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.