Seberapa Besar Kamu Percaya?
Kalau boleh kita sedikit reflektif, apakah kamu benar-benar bisa percaya penuh pada Tuhan?
Di kitab Amsal tertulis: "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu..." (Amsal 3:5, TB)
Kalau aku boleh jujur sama diriku sendiri, mungkin aku akan menjawab begini "Aku menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Seratus persen." Tapi kalau soal percaya bahwa Tuhan akan bertindak tepat pada waktu-Nya? Hmm... kadang itu belum tentu seratus persen.
Aku masih ingat pertama kali menginjakkan kaki di Bali. Pulau yang indah banget. Dan hal pertama yang ingin kulakukan adalah langsung berlari ke laut! Walaupun harus kuakui, ombaknya benar-benar tinggi dan cukup bikin aku deg-degan.
Aku berpikir sejenak, lalu mengambil keputusan. Sepertinya cara terbaik adalah menyelam ke dalam ombak itu. Karena ombak sebesar itu jelas gak mungkin kulompati. Jadi aku mulai menyelam. Tapi saat berada di bawah air, keraguan mulai muncul.
Aku tiba-tiba ingin kembali ke permukaan. Masalahnya, kakiku bergerak lebih cepat daripada seluruh tubuhku. Dan dalam hitungan detik, kakiku terkena ombak besar dan membuatku tergulung di bawah air. Pada saat akhirnya berhasil kembali ke pantai, aku terengah-engah mencari napas dan jantungku rasanya mau copot.
Apa yang sebenarnya terjadi? Keraguan. Keraguan itulah penyebabnya. Bukannya sering kali kita juga membawa keraguan yang sama dalam perjalanan iman kita?
"Bagaimana kalau semua ini ternyata gak benar?""Bagaimana kalau Tuhan sudah gak mengasihiku lagi?"
Kalau gitu, mungkin ini waktunya untuk mencoba lagi.
Aku pun masuk ke ombak itu untuk kedua kalinya. Kali ini aku sudah memutuskan untuk gak membiarkan apa pun menggangguku. Aku memilih tetap berada di bawah ombak. Aku memilih percaya kalau aku akan baik-baik saja di sana.
Dan tahu gak, apa yang kurasakan di tengah suara ombak yang bergemuruh? Ketenangan. Damai yang luar biasa. Damai yang benar-benar menyelimutiku. Begitulah rasanya saat kita percaya sepenuhnya kepada Tuhan.
Jadi ya, "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu." (Amsal 3:5, TB) maka kamu juga akan mengalami damai yang hanya bisa diberikan oleh-Nya.
Yesus berkata,"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27, TB)
Kamu adalah keajaiban!