• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
    • VI Vietnamese
Tanggal publikasi 4 Okt 2026

Semuanya diperbolehkan.

Tanggal publikasi 4 Okt 2026

Baca deh ayat ini:

“Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah,dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu;segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian,juga binatang-binatang di padang;" Mazmur 8:6–8

Kalau diterjemahkan ke kehidupan kita hari ini, mungkin ayat ini bisa terdengar seperti:

  • Jadwal yang padat banget sampai penuh meeting dan janji, bahkan beberapa sebenarnya nggak perlu.
  • Keranjang belanja online yang lagi-lagi udah kepenuhan dan membengkak paylater nya.
  • Ada saatnya kamu harus bilang “nggak” demi menjaga dirimu sendiri.
  • Oh, dan media sosial juga Tuhan taruh di bawah kakimu! Jadi jangan sampai ratusan video, konten, dan informasi yang masuk setiap hari malah mengendalikan hidupmu. Kamu yang mengatur konsumsi itu, bukan sebaliknya.

“Engkau menaruh segala sesuatu di bawah kakinya.”

Wah, kalau dipikir-pikir, ini sebenarnya melegakan banget.

Karena sering kali kita membiarkan hal-hal yang Tuhan tempatkan DI BAWAH KAKI KITA malah menginjak-injak kita.

Ketika seseorang berkata, “Aku ada di bawah kakimu,” maksudnya adalah, “Kamu punya kuasa atas aku. Kamu bisa melakukan apa saja terhadapku.”

Dan hari ini Tuhan mengingatkan kamu:jadwalmu yang bikin stres, keranjang belanjamu yang nggak pernah kosong, bahkan cara kamu menggunakan HP dan media sosial—semuanya ada di bawah kakimu.

Kamu yang punya kendali atas semua itu. Bukan sebaliknya.

Kamu mungkin merasa lemah, kewalahan, atau seperti nggak bisa berhenti. Tapi sebenarnya kamu nggak selemah yang kamu pikirkan. Tuhan memberikan kekuatan supaya kamu bisa mengambil kembali kendali.

Mungkin kamu berpikir,

“Tapi aku suka semua ini. Aku suka scrolling media sosial. Aku suka belanja online. Aku suka nongkrong sama teman-teman, walaupun kadang jadinya kebanyakan.”

Iya. Dan Tuhan nggak bilang kamu nggak boleh menikmati semua itu.

Tapi Dia memberikan kita batas yang bijaksana:

“Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun." — 1 Korintus 6:12

Jadi hari ini, coba lihat hidupmu dari perspektif Surga.

Di bagian mana kamu sudah kehilangan kendali atas sesuatu yang sebenarnya Tuhan berikan kepadamu untuk kamu kendalikan?

Apa yang mulai menguasai kamu?

Apa yang sebenarnya perlu kamu batasi?

Dan setelah kamu menyadarinya, buat batas yang baru.

Nggak perlu nunggu besok.Nggak perlu nunggu hidupmu “lebih tenang”.

Hari ini kita mulai menetapkan batas baru. Karena apa yang Tuhan taruh di bawah kakimu, nggak seharusnya menginjak-injak kamu.

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.