• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 5 Jul 2026

Bagaimana cara berdoa?

Tanggal publikasi 5 Jul 2026

Ketika murid-murid meminta Yesus mengajarkan cara berdoa, Yesus memberikan apa yang kita kenal sebagai Doa Bapa Kami (Matius 6:9-13). Menariknya, Yesus tidak hanya memberi kata-kata untuk dihafal, tetapi sebuah pola doa yang dapat menjadi panduan bagi kita.

Pertama, mulailah dengan mengagungkan Tuhan.

"Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu."

Doa dimulai dengan mengingat siapa Tuhan itu. Sebelum membawa daftar kebutuhan kita, kita mengarahkan hati kepada kebesaran, kasih, dan kesetiaan-Nya. Penyembahan mengubah fokus kita dari masalah kepada Tuhan yang lebih besar daripada masalah itu.

Kedua, berserah kepada kehendak-Nya.

"Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga."

Doa bukan tentang memaksa Tuhan mengikuti rencana kita. Sebaliknya, doa menyelaraskan hati kita dengan rencana Tuhan. Iman yang dewasa tidak hanya berkata, "Tuhan, lakukan apa yang aku mau," tetapi juga, "Tuhan, jadilah kehendak-Mu."

Ketiga, sampaikan kebutuhanmu dengan ucapan syukur.

"Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya."

Yesus mengajarkan bahwa tidak ada kebutuhan yang terlalu kecil untuk dibawa kepada Tuhan. Dari kebutuhan sehari-hari hingga pergumulan terbesar, semuanya dapat kita serahkan kepada-Nya. Saat kita bersyukur atas pemeliharaan-Nya hari ini, kita belajar mempercayai-Nya untuk hari esok.

Keempat, akui dosa dan minta pengampunan.

"Ampunilah kami akan kesalahan kami."

Doa adalah tempat yang aman untuk datang dengan hati yang jujur. Tuhan sudah mengetahui kelemahan kita, tetapi Dia mengundang kita untuk mengakuinya dan menerima pengampunan-Nya. Pertobatan menjaga hubungan kita dengan Tuhan tetap dekat dan sehat.

Terakhir, mintalah pimpinan dan perlindungan Tuhan.

"Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat."

Kita tidak menjalani hidup dengan kekuatan sendiri. Setiap hari kita membutuhkan hikmat, perlindungan, dan tuntunan Roh Kudus agar tetap berjalan dalam kehendak Tuhan.

Karena itu, doa bukan sekadar rutinitas atau daftar permintaan. Doa adalah hubungan. Mulailah dengan menyembah, berserah kepada kehendak-Nya, bersyukur atas pemeliharaan-Nya, mengakui dosa, dan meminta pimpinan-Nya. Ketika doa menjadi percakapan seperti ini, kita tidak hanya berbicara kepada Tuhan—kita belajar berjalan bersama-Nya setiap hari.

"Karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya." (Matius 6:8

Tonton disini untuk lihat bagaimana Yesus mengajari anak-anak berdoa. Aku harap kita semua bisa ambil waktu hari ini untuk bicara sama Tuhan. I'm sure He also love to spend time with you ;)

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.