Shaddai: All sufficient God.
Inget nggak sih, aku bicara tentang leaning in dan keinginan aku untuk nggak missed out during conference? Ternyata aku dapet sesuatu waktu worship hari kedua, saat menyanyikan lagu YAHWEH di Asian Summit ada satu hal yang begitu kuat berbicara dalam hatiku, dan (agak random) tapi aku diingatkan tentang pernikahan dan Allah yang lebih dari cukup, sesuai liriknya "Shaddai" yang artinya All-Sufficient GOD (Kejadian 17:1-2).
Sering kali kita terlalu sibuk melihat apa yang kurang dari pasangan kita. Kita berharap pasangan menjadi lebih romantis, lebih perhatian, lebih memahami, atau memenuhi ekspektasi yang kita miliki. Tanpa sadar, kita menempatkan pasangan pada posisi yang hanya bisa diisi oleh Tuhan. Atau kita lupa kalau pasangan kita itu Tuhan yang berikan, dan jika Dia adalah Allah yang lebih dari cukup, maka pemberian-Nya pun cukup / lebih dari cukup.
Kalau kamu lagi dalam situasi sedih atau marah, karena apa yang dilakukan oleh pasangan kamu hari ini nggak sesuai ekspektasi kamu. Ingat, pernikahan bukan tentang dua manusia sempurna yang saling melengkapi segala kekurangan. Pernikahan adalah tentang dua manusia yang tidak sempurna, yang belajar terus-menerus kembali kepada Allah yang sempurna.
Aku diingatkan juga bahwa ketika kita berdiri di altar, waktu menikah, di hadapan Tuhan, hanya ada kamu dan pasanganmu. Hanya dua orang, satu pasangan, TIDAK LEBIH. Pernikahanmu adalah sebuah korban syukur di yang kamu taruh di atas altar, dan IT'S YOUR CHOICE mau menjadikan korban syukur itu harum dihadapan Tuhan atau enggak. Because the offering is how we want it to be.
Hari ini ingatlah kembali, bahwa pasanganmu adalah pemberian Tuhan. Dan pernikahanmu adalah sweet offering yang kamu berikan buat Tuhan. Memang bukan berarti tidak akan ada masalah atau kekurangan, tetapi jika Tuhan adalah Shaddai, maka Dia cukup untuk menopang pernikahanmu.
He is Shaddai. He is All-Sufficient. Kamu mau dengerin lagu yang sama nggak? Langsung klik disini aja.