• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 12 Jun 2026

Siapa yang mengambil persembahannya?

Tanggal publikasi 12 Jun 2026

Hal-hal yang terjadi di antara sesama orang percaya terkadang bikin kita semua kaget ya? Dan kalau udah bicara soal uang, rasanya jadi sensitif banget dan bisa bikin kita benar-benar marah…

Aku ingat waktu masih kecil dulu, aku sesekali pergi ke sebuah gereja. Rasanya selalu semangat banget setiap kali mamaku memberikan koin kecil ke tanganku supaya aku bisa memasukkannya ke kotak persembahan. 

Bertahun-tahun kemudian, waktu aku tahu kalau bendahara gereja itu melarikan diri dengan semua uangnya, aku pun ikutan marah. Wajar banget, kan? "Dia mencuri uangku!"

Tapi pertama-tama, aku mendapatkan uang itu dari dompet mamaku. Jadi sebenarnya, itu bukan benar-benar milikku sejak awal…

Kedua: Mungkin Tuhan tidak memberkati pemberianku di tempat itu, tapi Dia benar-benar memberkatiku! Dia pasti nggak suka dengan apa yang dilakukan bendahara itu—tapi Dia sangat bersukacita melihat kegembiraan yang aku rasakan saat memberi! Dan itulah yang paling penting!

“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” (2 Korintus 9:6–8, TB)

Pastinya parah banget sih kalau sampai terjadi penyalahgunaan atau pencurian uang persembahan seperti itu! Tapi biarlah Tuhan yang berurusan dengan si "pencuri" itu. Kamu fokus aja supaya sukacitamu dalam memberi nggak ikut tercuri!

Karena pertama-tama, uang yang kamu berikan itu berasal dari dompet Bapa. Bukankah Bapa Surgawimu yang menaruh uang itu ke tanganmu—sama seperti mamaku melakukannya dulu?

Kedua: Dia yang memastikan pemberianmu itu dilipatgandakan. Dan nggak ada satu pencuri pun yang bisa menghentikannya. Atau kamu lupa kalau bagi Allah, segala sesuatu mungkin terjadi? (lihat Matius 19:26, TB) 

Aku ikut sedih kalau hal seperti ini pernah terjadi padamu. Tapi aku mau menyemangatimu untuk nggak terjebak dalam rasa sakit itu, karena ada begitu banyak berkat dalam pemberianmu! 🤩

Tuhan nggak bisa dirampok—jadi aku akan tetap memberi dengan sukacita!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.