Sikap hati saat menunggu.
Halo sahabat! Gimana harimu? Aku senang minggu ini kita masih bicara tentang menunggu Tuhan dalam diam. Kamu pernah nggak nungguin bus atau kereta yang lamaaaa banget baru dateng. Gimana biasanya sikap kamu menunggu? Sambil duduk? Sambil berdiri? Apakah kamu senderan atau melipat kaki? Sikap kita menunggu seringkali jadi default setting kita dan pakar body language pasti bisa ngebaca kita orangnya gimana.
Nah, hari ini aku mau ngomongin tentang sikap hatimu ketika menunggu Tuhan. Apakah kamu menunggu dengan marah? Cemberut? Atau dengan santai? Apakah kamu menunggu dengan penuh ekspektasi atau dengan pesimis?
Aku belajar dari PODCAST “Finding Peace in the Silence” by Rick Warren, bahwa ada 4 sikap yang sangat bagus untuk kita contoh ketika menunggu Tuhan.
- Menunggu dalam diam.Apakah kita boleh duduk diam di hadirat Tuhan tanpa bicara? Yes, gapapa. Once your body is still, and your mind is quite you will be able to hear. Mazmur 46:11 berkata “BE STILL” berdiamlah. Karena ketika kita diam, kita bisa lebih fokus sama suara Tuhan.
- Menunggu dengan sabar. The goal of prayer is to hear God, tapi kita nggak akan bisa terkoneksi kalo cara kita bicara seperti ini: “TUHAN cepet dong jawab doaku, aku nggak ada waktu nih!” Meditasi dalam Kekristenan adalah mengisi hati dan pikiran kita dengan Tuhan, bukan empty minded atau rushy-rushy (pikiran grasak grusuk yang tergesa-gesa). Mazmur 37:7 menyampaikan kepada kita untuk "Diamlah di hadirat TUHAN dan nantikanlah Dia dengan sabar..."
-
Menunggu dengan penuh harap.Menunggu dengan harapan dan menunggu dengan ketidakpastian itu beda banget feelnya. Menunggu kereta yang sudah terjadwal tapi telat datang lebih baik daripada menunggu kereta yang nggak terjadwal sama sekali. Ketika kita menunggu bersama Tuhan, kita menantikan janji yang Tuhan sudah sediakan. Maka menunggu di dalam Tuhan adalah sebuah penantian yang tidak akan sia-sia.
-
Saksikan / observasi.Menunggu yang nggak sia-sia adalah juga ketika kita nggak cuman berharap tapi mengobservasi. Kadang waktu aku berdoa, Tuhan memberikan mental picture yang berisi visi. Dari visi itu aku tau apa yang aku harus lakukan selanjutnya atau kemana aku harus melangkah. Berdoalah untuk mendapatkan visi itu. Tidak hanya berdoa, latihlah dirimu untuk peka terhadap suara Tuhan dan untuk melihat visi-Nya. Kamu harus bener-bener pengen, dan lapar akan hal itu.
Sahabat hari ini aku berdoa, buat nggak cuman kamu tapi aku juga.. Supaya bisa punya sikap hati yang benar ketika menunggu. Percayalah, penantian kita tidak akan sia-sia.