• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
    • VI Vietnamese
Tanggal publikasi 1 Sep 2026

Silent Is Not Absence

Tanggal publikasi 1 Sep 2026

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” Yesaya 41:10 TB

Di sepanjang Alkitab, ada banyak masa ketika Allah tampak tidak berbicara. Selama sekitar 400 tahun antara kitab Maleakhi dan kedatangan Yohanes Pembaptis, tidak ada nabi yang menerima firman baru. Bagi banyak orang Israel, langit terasa sunyi. Namun apakah Allah berhenti bekerja? Tidak. Pada waktu yang tepat, Kristus datang menggenapi seluruh janji-Nya.

Keheningan bukan berarti Allah tidak aktif. Sering kali justru pada masa yang tampak sunyi, Allah sedang mempersiapkan penggenapan rencana-Nya.

Yesaya 41:10 tidak berkata,

“Kalau kamu merasa Aku dekat…”

Tetapi,

“Aku menyertai engkau.”

Itu adalah janji-Nya. Perasaan berubah setiap hari. Hari ini kita bisa merasa kuat, besok kita bisa merasa kosong. Tetapi karakter Allah tidak berubah. Karena itu iman kita bertumpu pada karakter Allah, bukan pada apa yang sedang kita rasakan. Kalau mungkin kita bertanya “Kenapa ya Tuhan terasa jauh?”, itu bukan karena Ia benar-benar jauh tetapi karena seringkali penderitaan mempersempit pandangan kita. Saat sakit, kehilangan, atau doa yang belum dijawab memenuhi pikiran, kita lebih mudah melihat masalah daripada melihat Pribadi yang memegang hidup kita.

Seperti murid-murid di tengah badai (Markus 4:35–41), mereka mengira Yesus tidak peduli karena Dia sedang tidur. Padahal Yesus tetap berada di dalam perahu yang sama. Keheningan bukan berarti ketidakhadiran.

Gimana kita bisa tahu bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita? Lihatlah Salib. Yesus Kristus, mengikatkan diri-Nya kepada umat-Nya dengan sebuah perjanjian kekal. Karena Kristus telah menanggung murka Allah bagi kita, tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Dia (Roma 8:1). Maka janji dalam Ibrani 13:5 berlaku bagi orang percaya... 

"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Martin Luther mengatakan “Perasaan kita datang dan pergi, namun janji Tuhan tak pernah berubah”. Kalau kamu masih “merasa”, lihatlah bukti nyata-Nya.. Salib Kristus.

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.