Submission or Competition?
Waktu aku muda, (ya sekarang juga masih muda, sih)... Aku merasa kalau menjadi TAAT itu sulit banget. Aku selalu lihat-lihat dulu.. Siapa leadernya? Apa idenya… Ada nggak gebrakannya? Baru mau taat.
Atau masalah memilih pasangan misalnya. Sempet punya reflection question: “Aku cuman mau menopang pria yang visinya layak aku taati…” Sadly, life doesn’t always work that way. It’s not always about me, me, me and what I want.
Perjalanan bersama Tuhan kadang membawa kita untuk obey no matter what. Bukan taat “JIKALAU”, tapi taat “MESKIPUN”. Begitu juga dalam pernikahan, susah sekali untuk submit/tunduk/patuh kepada satu sama lainnya. Yang mudah itu “perang sampai menang” fight until I win! Padahal Firman Tuhan ngajarinnya bukan untuk berkompetisi. Tapi untuk saling ber-submisi (submit). “dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.” - (Efesus 5:21)
Kalau hari ini terasa sulit untuk taat atau merendahkan diri kepada pasangan, ingat ini: ketaatan kita pertama-tama adalah kepada Tuhan, bukan kepada manusia. Seandainya Hawa waktu di taman mengingat hal itu, mungkin dia ga jatuh. Eh dia malah taat sama ular :(
Tuhan sering mengajak kita melangkah sebelum mengerti, percaya sebelum melihat, dan taat saat ego ingin memegang kendali. Namun Tuhan selalu menghargai ketaatan dan menjadikannya jalan berkat.
Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!