Terang Dunia
Halo, selamat datang kembali dalam perjalanan kita mengenal lebih dalam pernyataan-pernyataan luar biasa “AKULAH” yang Yesus sampaikan dalam kitab Yohanes. Mari kita berdoa bersama:
Roh Kudus, bukalah mata kami supaya hari ini kami bisa melihat semua yang ingin Engkau tunjukkan tentang Yesus. Terangi kami melalui Firman-Mu dan tunjukkan jalan yang penuh dengan kuasa-Mu. Kami percaya Engkau akan memimpin dan menuntun kami ke dalam seluruh kebenaran hari ini. Amin!
Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, dalam perjalanan pertamaku ke Israel, aku menjelajahi beberapa gua kuno tempat para gembala di Betlehem. Gua-gua itu terdiri dari banyak ruangan dan lorong yang saling terhubung. Saat itu aku menggunakan senter dari iPhone-ku dan semuanya baik-baik saja—sampai tiba-tiba ponselku jatuh dan senternya mati. Seketika aku berada dalam kegelapan total. Aku sedikit panik… dan langsung terdiam. Aku membungkuk untuk mengambil ponselku, tapi malah membenturkan kepala. Aku gak bisa menemukan ponselku, jadi aku mulai merangkak dalam kegelapan untuk mencarinya.
Saat itu cuma ada satu hal dalam pikiranku: Aku butuh terang!
Rasanya seperti lama sekali aku merangkak mencarinya, sampai akhirnya aku benar-benar bersyukur kepada Yesus ketika tanganku menemukan ponsel itu. Bahkan hanya melihat layarnya kembali menyala sudah membuatku lega. Saat itu, bahkan lampu minyak pun akan membuatku senang. Karena ketika kamu berada dalam kegelapan yang begitu pekat dan gak tahu harus ke mana, kamu membutuhkan terang!
Ketika akhirnya aku keluar dari gua dan kembali melihat sinar matahari, aku langsung teringat pada perkataan Yesus: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” — (Yohanes 8:12)
Ketika kita membayangkan sumber cahaya di zaman sekarang, mungkin kita langsung memikirkan senter yang sangat terang atau lampu sorot besar di sebuah konser. Tapi di zaman Yesus, sumber cahaya jauh lebih sederhana. Lampu minyak pada zaman itu bahkan bisa muat di telapak tangan dan menggunakan minyak zaitun sebagai bahan bakarnya.
Dalam perjalanan yang sama di Israel, kami juga sempat melihat langsung bagaimana alat pemeras minyak zaitun bekerja.
Buah zaitun dipetik, dimasukkan ke dalam kantong, lalu diberikan tekanan yang sangat kuat. Dari proses pemerasan pertama dihasilkan minyak zaitun yang dikenal sebagai extra virgin olive oil. Minyak itu digunakan untuk penerangan dan pengobatan. Setelah ditekan untuk kedua kalinya, minyak yang keluar digunakan untuk makanan. Dan setelah ditekan untuk ketiga kalinya, minyaknya digunakan untuk membuat sabun.
Dari situ aku belajar satu hal:
Tanpa tekanan, gak akan ada minyak. Tanpa minyak, gak akan ada terang.
Di Taman Getsemani, Yesus juga berada di bawah tekanan yang luar biasa. Bahkan kata “Getsemani” berarti tempat pemerasan minyak zaitun. Yesus tahu bahwa untuk menjadi Terang Dunia, Dia harus melewati tekanan dan penderitaan.
Nabi Yesaya sudah menubuatkan hal ini sekitar 700 tahun sebelum Yesus:
“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” — Yesaya 53:5
Tanpa melewati penderitaan itu, gak akan ada terang. Yesus berkata bahwa Dia adalah Terang Dunia—dan Dia rela diremukkan karena dosa-dosa kita.
Tapi Yesus juga berkata:
“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” — Matius 5:14–16
Terang Tuhan ada di dalam dirimu, dan terang itu juga bisa bersinar melalui hidupmu!
Hari ini, coba perhatikan kesempatan-kesempatan yang Tuhan berikan supaya terang itu bisa terlihat melalui perkataanmu, tindakanmu, kebaikanmu, dan caramu memperlakukan orang lain.
Kamu adalah terang. Dan di dunia yang penuh dengan kegelapan, bahkan sedikit terang bisa membawa perubahan yang besar!