Tetap nyalakan terang itu!
Dalam bahasa Jerman, kata yang artinya “bertahan” punya makna yang sama dengan “tetap tinggal,” hanya beda awalan saja. Buatku ini jadi pengingat yang bagus—karena sekaligus menjelaskan apa yang menolong kita benar-benar bisa bertahan dalam sesuatu, apa pun keadaannya: daya tahan.
Waktu kamu mematikan lampu di rumah pada malam hari, otakmu langsung tahu: “Ahh, waktunya santai.” Kebiasaan harian ini mungkin juga kamu kaitkan dengan pikiran seperti, “Mulai sekarang waktunya nyaman… rebahan di sofa dan nonton TV.” Semua itu nggak masalah. Tapi kalau soal iman, akan sangat berbahaya kalau kita memperlakukannya seperti saklar lampu yang bisa kita nyalakan atau matikan sesuka hati, tergantung mood dan waktu.
Alkitab berkata:“Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!” (1 Tawarikh 16:11, TB) “Aku senantiasa memandang kepada TUHAN…” (Mazmur 16:8, TB) “Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam,” (Mazmur 63:6, TB)
Kalau kamu mau TETAP KUAT dalam hidup dan bisa mengejar rencana serta mimpimu dengan berhasil, hubunganmu dengan Tuhan harus selalu TETAP NYALA! Jadi nanti malam, waktu kamu mematikan lampu, ingatlah, “Aku mematikan lampu, tapi hubunganku dengan Yesus tetap NYALA.” Dan kamu tahu nggak apa yang indah dari Dia? Bahkan kalau kamu sempat “mematikan” hubunganmu dengan Yesus, yang perlu kamu lakukan hanyalah memilih untuk mengejar-Nya lagi, dan hubungan itu akan pulih!
Dia mengasihimu… Dia cuma menunggu kamu menyalakan saklarnya!
Kalau gambaran ini menggambarkan keadaanmu, aku dengan senang hati mau berdoa bersamamu hari ini…“Yesus, sekali lagi kesibukan dan urusan hidup sehari-hari sudah menghalangi hubunganku dengan-Mu. Alih-alih hidup BERSAMA-Mu, aku justru mengabaikan hubungan ini. Hari ini aku mau memulai lagi dari awal! Aku mau melekat kepada-Mu dan tetap bersama-Mu. Terima kasih karena Engkau selalu mengizinkanku kembali kepada-Mu, lagi dan lagi. Aku mengasihi-Mu. Dalam nama-Mu, amin.”
Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!