• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
    • VI Vietnamese
Tanggal publikasi 21 Sep 2026

Tuhan, Aku Harus Jadi Apa?

Tanggal publikasi 21 Sep 2026

Pernah gak sih kamu ditanya, “Kamu nanti mau kuliah di mana?”, “Mau ambil jurusan apa?”, “Setelah lulus mau kerja apa?”, atau bahkan, “Lima tahun lagi mau jadi apa?” Dan kamu cuma bisa jawab, “Hmm... belum tau.” Mungkin orang yang nanya sebenarnya cuma basa-basi, tapi entah kenapa pertanyaan sederhana kayak gitu kadang malah masih kepikiran sampai malam.

Apalagi kalau lihat orang-orang di sekitar kita. Ada teman yang dari SMA udah tau mau jadi dokter. Ada yang baru lulus kuliah langsung dapat kerja. Ada yang LinkedIn-nya kelihatan keren banget padahal umurnya sama kayak kita. Ada juga yang kelihatannya udah punya plan untuk lima tahun ke depan. Sementara kita masih bertanya, “Tuhan, sebenarnya aku harus jadi apa?”

Kalau kamu lagi ada di fase itu, kamu mungkin bisa sedikit relate sama Daud. Dalam 1 Samuel 16, Tuhan menyuruh Samuel pergi ke rumah Isai karena salah satu anaknya akan dipilih menjadi raja Israel. Samuel datang dan anak-anak Isai mulai diperkenalkan satu per satu. Ketika melihat Eliab, Samuel langsung berpikir, “Wah, ini pasti orangnya.” Tapi Tuhan berkata bukan. Abinadab? Bukan. Syama? Bukan. Sampai akhirnya Samuel bertanya, “Inikah anakmu semuanya?”

Ternyata masih ada satu: Daud. Dan lucunya, Daud bahkan gak ada di ruangan itu. Dia lagi di luar, jaga kambing. Bayangin, di rumahnya sedang terjadi sesuatu yang sangat penting. Seorang nabi datang untuk mencari calon raja Israel, tapi Daud? Dia lagi kerja seperti hari biasa. Gak ada panggung, gak ada jabatan keren, bahkan keluarganya sendiri gak kepikiran untuk memanggil dia dari awal. Tapi Tuhan melihat Daud.

Ketika Daud akhirnya datang, Tuhan berkata kepada Samuel, “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” (1 Samuel 16:12 TB). Daud pun diurapi menjadi raja. Kalau cerita ini berhenti di sini, mungkin kita membayangkan besok paginya Daud langsung pindah ke istana. Tapi gak. Setelah diurapi menjadi raja, hidup Daud gak langsung berubah seperti yang mungkin kita bayangkan. Masih ada proses panjang sebelum dia benar-benar menjadi raja.

Dan mungkin bagian inilah yang paling relate sama kehidupan kita. Kadang kita berpikir kalau Tuhan punya rencana untuk hidup kita, seharusnya semuanya langsung kelihatan jelas. “Tuhan, kalau memang ini jurusan yang benar, kasih tanda dong.” “Kalau memang aku harus ambil kerjaan ini, bikin semuanya lancar.” “Kalau memang Engkau punya rencana buat aku, minimal kasih tau lima tahun ke depan hidupku bakal kayak gimana.”

Kita pengen Tuhan kasih full map, tapi sering kali Tuhan cuma menunjukkan next step. Daud gak menerima seluruh timeline hidupnya hari itu. Dia cuma tau satu hal: Tuhan memilih dia. Sisanya? Dia harus jalan bersama Tuhan untuk mengetahuinya.

Mungkin hari ini kamu juga belum tau mau jadi apa. Kamu belum tau jurusan yang kamu pilih akan membawa kamu ke mana. Kamu belum tau pekerjaan pertamamu akan menjadi kariermu untuk sepuluh tahun ke depan atau cuma bertahan setahun. Kamu bahkan mungkin belum tau apakah mimpi yang sekarang kamu kejar benar-benar sesuatu yang Tuhan mau buat hidupmu. Dan ketika kamu berdoa, Tuhan terasa diam.

Tapi mungkin kamu gak membutuhkan jawaban untuk seluruh hidupmu hari ini. Mungkin kamu hanya perlu bertanya, “Tuhan, apa yang bisa aku lakukan dengan setia hari ini?” Karena sebelum Daud dipercaya memimpin sebuah bangsa, dia belajar setia menjaga domba. Hal yang kelihatannya kecil ternyata gak sia-sia. Di sana dia belajar menjaga, melindungi, berani, dan menjalani banyak waktu sendirian bersama Tuhan.

Jadi jangan anggap remeh musim hidupmu sekarang hanya karena belum terlihat seperti sesuatu yang “besar”. Sekolahmu sekarang penting. Kuliahmu sekarang penting. Pekerjaan pertamamu penting. Cara kamu memperlakukan orang ketika gak ada yang melihat juga penting. Bahkan musim ketika kamu masih bingung pun bisa Tuhan pakai untuk membentukmu.

Kamu gak harus punya seluruh hidupmu figured out untuk berjalan bersama Tuhan. Daud gak tau semua yang akan terjadi dalam hidupnya, tapi Tuhan tau. Dan Tuhan yang sama juga memegang hidupmu.

Jadi kalau hari ini kamu bertanya, “Tuhan, aku harus jadi apa?”, mungkin sebelum sibuk mencari jawabannya, ada pertanyaan yang lebih penting: “Tuhan, Engkau mau aku menjadi orang seperti apa hari ini?”

Karena sebelum Tuhan membawa kita ke suatu tempat, sering kali Dia terlebih dahulu membentuk siapa diri kita ketika sampai di sana.

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.