Tuhan Bekerja Meski Kita Tidak Melihatnya
Pernahkah kamu melihat matahari berhenti terbit dari Timur? atau hari yang tidak berganti malam? Semua yang kita lihat setiap hari… rutinitas alam, terjadi karena Allah yang mengerjakannya. Dalam Yohanes 5:17, Yesus berkata:, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”
Perhatikan:
Yesus tidak berkata, “Bapa-Ku akan mulai bekerja ketika kamu melihat sesuatu.”
Tetapi:
“Bapa-Ku bekerja sampai sekarang.”
Artinya, pekerjaan Allah tidak pernah bergantung pada apakah kita menyadarinya atau tidak. Bahkan di dalam Mazmur tertulis, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;” Mazmur 1:2 TB
Mata kita memiliki batas. Pengetahuan kita memiliki batas. Tetapi pekerjaan Allah tidak.
Apa yang membuat kita sulit melihat Allah bekerja adalah keterbatasan. Kita hidup dalam satu halaman, namun Allah melihat seluruh buku. Allah melihat sesuatu yang jauh lebih besar daripada jawaban yang kita minta. Bahkan kegagalan kita bisa Ia pakai untuk membentuk karakter, mengubah arah, atau membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Itulah sebabnya Roma 8:28 tidak berkata:
“Segala sesuatu terasa baik.”
Tetapi:
“Allah turut bekerja.”
Kabar baiknya adalah: Allah sanggup bekerja bahkan melalui sesuatu yang tidak baik.
Kalau kita melihat kehidupan Yusuf dari tengah cerita, semuanya terlihat kacau. Dia dibenci saudara-saudaranya. Dijual sebagai budak. Difitnah. Masuk penjara. Kalau Yusuf hidup di salah satu bab itu, mungkin dia akan bertanya, “Tuhan, sebenarnya Engkau sedang melakukan apa?”
Tetapi bertahun-tahun kemudian, Yusuf melihat sesuatu yang sebelumnya tidak bisa dia lihat. Kejadian 50:20, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan…”
Allah tidak menjadikan kejahatan sebagai sesuatu yang baik. Tetapi Allah begitu berdaulat sehingga bahkan kejahatan manusia tidak dapat menggagalkan tujuan-Nya.
Begitupun salib Kristus, apa yang terlihat seperti kekalahan di mata manusia, ternyata menjadi kemenangan terbesar dalam sejarah. Jadi jangan buru-buru menyimpulkan, “Tuhan tidak bekerja.”
Ketidaktahuan kita bukan bukti ketidakhadiran Allah. Kita tidak harus memahami seluruh rencana Allah untuk mempercayai Allah. Ada kalimat John Piper yang sangat bagus:
"Tuhan selalu melakukan 10.000 hal dalam hidup Anda, dan Anda mungkin menyadari tiga dari mereka." - John Piper
Jadi apa dasar pengharapan kita tentang hal ini? Dasarnya bukan optimisme. Dasarnya adalah Kristus yang sudah mati dan bangkit. Kalau Allah mampu membawa keselamatan melalui salib—sesuatu yang pada saat itu terlihat seperti kekalahan total—maka kita bisa percaya bahwa Dia juga mampu bekerja dalam bagian hidup kita yang sekarang belum kita mengerti.